JS Financial News - шаблон joomla Новости
Rabu, 17 Januari 2018

JAKARTA, kabarsebelas.com - Kementerian Perhubungan Iganus Jonan, mengatakan situasi sulit tengah melanda industri penerbangan nasional. Selain enam maskapai nasional yang terpaksa dibekukan dan dicabut izin terbangnya, pemerintah tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 13 maskapai yang dilaporkan mengalami ekuitas negatif.

Namun, terkait pembekuan dan pencabutan izin terbang enam maskapai. "Hal tersebut akibat tidak terpenuhinya ketentuan perundang-undangan penerbangan nasional, UU Nomor 1/2009 yang mewajibkan kepemilikan lima pesawat dan lima pesawat sewa. Keenam maskapai itu adalah Asco Nusa Air, Air Maleo, Manunggal Air Service, Nusantara Buana Air, Survai Udara Penas, dan Jatayu Air. AOC (air operation certificate) enam maskapai itu dicabut sejak 1 Agustus 2015," kata Jonan, Rabu (5/8), kemarin.

Oleh karena itu, sebelum dilakukan pencabutan AOC ?atas keenam maskapai tersebut, pihaknya telah memberikan tambahan waktu bagi maskapai untuk memenuhi ketentuan kepemilikan pesawat hingga 31 Juli 2015 dari batas waktu awal, 30 Juni 2015.

Jonan, menjelaskan maskapai yang telah dicabut AOC nya, harus bertanggungjawab terhadap konsumen, yakni para calon pengguna jasa penerbangannya, baik charter maupun berjadwal. "Menhub juga mempersilahkan maskapai yang telah dicabut AOC-nya untuk mengurus dan memenuhi ketentuan yang berlaku apabila mereka ingin mengajukan kembali izinnya," ujarnya.

Sementara itu, 13 maskapai yang dilaporkan mengalami ekuitas negatif pada perusahaannya, Jonan mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengetatan pengawasan, hingga batas 30 September 2015 untuk pemenuhan ketentuannya. Lanjut, Jonan, bila belum juga diperbaiki, kami akan evaluasi total dan akan mencabut AOC nya bila tidak melengkapinya.

Dia, mengungkapkan, tiga maskapai niaga berjadwal yang masih dengan ekuitas negatif diantaranya Cardig Air, Tri MG Intra Asia, dan Indonesia AirAsia.

"Sedangkan maskapai tidak berjadwal atau charter dengan ekuitas negatif diantaranya Air Pasifik Utama, Ersa Eastern Aviation, Eastindo Services, Asialink Cargo Airlines, Tri MG Intra Asia, Jhonlin Air Transport, Transwisata Prima Aviation, ?Hevilift Aviation Indonesia, Asian One Air, dan Survai Udara Penas," ungkap Jonan. (dade)

Statistik Pengunjung

5830678
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
8866
29350
5830678
IP Anda: 54.91.48.104

Facebook