JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 20 Januari 2018

JAKARTA, Kabarsebelas.com - Kementerian Pariwisata mendukung Badan Ekonomi menyelenggarakan Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) yang akan diadakan di Solo pada Kamis-Minggu, 22-25 Oktober 2015. Namun, kegiatan ini diadakana untuk memicu penyelenggaraan kota kreatif yang telah dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia.


Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan di beberapa kota, penerapan kota kreatif terbukti menjadi salah satu daya pikat terhadap pariwisata serta penggerak perputaran ekonomi. "Gagasan dan inisiatif untuk mengembangkan kota kreatif menekankan pada proses penciptaaan, inovasi dan bakat indovidu," katanya, Senin, (5/10), saat Jumpa Pers ICCC di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapata Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta.


Hal inilah yang memicu kreatifitas warga untuk mewujudkan kota yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Penyelenggaraan ICCC memiliki tujuan, antara lain : menghubungkan kota dan kabupaten di Indonesia untuk saling berbagai pengalaman ide-ide dan praktek-praktek terbaik untuk pengembangan budaya, sosial dan ekonomi, kerjasama industri kreatif dengan memastikan peran kota dan kabupaten kreatif di Indonesia sebagai pusat keunggulan dan kebutuhan untuk saling mendukung antar kota-kota di Indonesia, perumusan 10 prinsip Kota Kreatif Indonesia terbentuknya Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sebagai bagian dari program pengembangan industri kreatif dengan menghadirkan karya dan produk unggulan setiap kota di Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam program Masyarakat Ekonomi ASEAN.


Arief, menjelaskan semua kota yang ada di Indonesia memiliki daya tarik yang apabila dikembangkan dapat menjadi ciri khas yang menarik dan mendatangkan wisatawan. "Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa daerah yang telah mendapat pengakuan sebaai kota kreatif," ujarnya.


Sementara itu, ada baiknya hal ini terus ditingkatkan secara kualitas dan kuantitas. Lanjut Arief, upaya untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif diawali dengan terbitnya Inpres No. 6, tahun 2019. Upaya ini semakin dikukuhkan melalui pembentukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang memulai kiprahnya pada 19 Oktober 2019.


"Namun, pada tahun 2015, terbit Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 yang menjadi dasar pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Sejak itu, sejumlah kota mulai menerapkan pengembangan ekonomi kreatif dan selanjutnya menjadi kota kreatif. Sebut saja Bali, Bandung, Jogya, Pekalongan, dan Solo," ungkap Arief.


Oleh karena itu, target peserta Indonesia Creative Cities Conference adalah BAPPENAS dan Kementerian Republik Indonesia yang terkait program pengembangan Ekonomi Kreatif , anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). kota anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) kota yang termasuk dalam hasil index competitivenessurvey majalah Tempo, kota yang mendapatkan penghargaan Kota Cerdas dari harian Nasional Kompas Asosiasi praktisi profesional di 15 subsektor Industri Kreatif dan berbagai pihak yang mewakili pengembangan kota kreatif di Indonesia.


Dia, mengungkapkan konsep kota kreatif mulai diperbincangkan secara terbuka dalam ajang The 3 rd Asia Europe Art Camp 2005 dan Konferensi Artepolis 2006 yang diselenggarakan di Bandung. "Dalam kurun waktu yang nyaris bersamaann terbentuk sejumlah gerakan untuk menggalang Koa Kreatif, seperti Bandung, Creative City Forum (BCCF) pada tahun 2007, Bali Creative Power serta Solo Creative City Network (SCCN) pada tahun 2008," katanya.

 


Namun, upaya untuk merintis jejaring kota kreatif Indonesia mulai dibicarakan secara serius dalam lokakarya ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Bappeda Kota Surakarta bersama SCCN pada 24 September 2014. Saat itu Bappeda Kota Surakarta bersaSCCN menyusun rencana aksi daerah yang merekomendasikan kegiatan pemetaan potensi ekonomi kreatif di Solo serta menjalin kerjasama dengan Kota Bandung untuk menginisiasi pembentukan jejaring kota kreatif Indonesia.
Sementara itu, salah satu poin utama dari Prinsip Kota Kreatif Indonesia adalah pentingnya membangun kota welas asih yang mengedepankan prinsip hak asasi manusia (HAM) juga mengutamakan kepentingan seluruh anggota masyarakat, termasuk kelompok rentan dan warga. (dade)

Statistik Pengunjung

5851848
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
1838
50520
5851848
IP Anda: 54.234.45.10

Facebook