JS Financial News - шаблон joomla Новости
Senin, 16 Juli 2018

JAKARTA, Kabarsebelas.com -  PT. Angkasa Pura I (Persero) mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa bandar udara. Namun, salah satunya melalui pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 129 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Tingkat Layanan (Service Level Agreement) dalam Pemberian Layanan Kepada Pengguna Jasa Bandar Udara tanggal 26 Agustus 2015.


Corporate Secretary Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha, mengatakan Angkasa pura I mulai menata kembali gerai mitra yang ada di bandara-bandara. "Upaya ini dilakukan untuk memperluas public area sebagai wujud untuk meningkatkan pelayanan bagi para pengguna jasa bandara. Pada tahap awal, Angkasa Pura I bersama Direktorat Bandar Udara Kementerian Perhubungan telah melakukan assessment pada sembilan dari 13 bandara Angkasa Pura I," katanya, Kamis (15/10), di Restaurant Seribu Rasa, Jl. H. Agus Salim No.128, Menteng, Jakarta Pusat.


Sementara itu, assessment ini telah dilaksanakan di Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Farid, menjelaskan selanjutnya di Bandara Lombok Praya, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adi Sumarmo Solo. "Pada bulan Oktober ini masih akan dilaksanakan kembali assessment untuk Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Bandara El Tari Kupang. Sedangkan Bandara Frans Kaisiepo Biak tidak akan dilakukan proses assessment," ujarnya.


Oleh karena itu, hasil assessment menunjukkan tidak ada area komersial pada bandara-bandara Angkasa Pura I yang melibihi 30 persen dari total luas terminal setlah ruang sirkulasi dan utilitas bangunan sebesar 20 persen, sesuai ketentuan pasal 7 ayat (1) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.129/2015.


Ia, mengungkapkan demikian, kami tetap melakukan relokasi atau pemindahan beberapa tenant mitra usaha di beberapa bandara untuk lebih memperluas public area. "Mereka kami pindahkan ke area yang tidak mengganggu arus lalu lintas penumpang, namun tetap dapat terjangkau," ungkap Farid.


Sementara itu, pembenahan ini telah dilakukan misalnya di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Kata, Farid, relokasi tenant komersial di bandara-bandara tersebut dilakukan September 2015 lalu, meningat terbatasnya area terminal di kedua bandara ini.

 


"Selain relokasi gerai, di Bandara Ahmad Yani  dilakukan pada pemindahan screening check point (SCP) dan penambahan kursi di ruang tunggu keberangkatan. Seluruh upaya ini, menurud farid, di lakukan untuk meningkatkan kenyamanan kepada penumpang di bandara-bandara milik Angkasa Pura I, yang pada semester I tahun 2015 ini mencatat total pendapatan sebesar Rp.2,53 triliun, atau naik sekitar 11 persen dari total pendapatan di semester I tahun lalu," kata Farid. (dade)

Statistik Pengunjung

7163366
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
7486
14895
7163366
IP Anda: 54.196.31.117

Facebook