JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 16 Januari 2018

BEKASI, Kabarsebelas.com - Ribuan buruh dari berbagai serikat kepung Pemkab Bekasi untuk melanjutkan penolakan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Sampai saat ini
Bupati Bekasi Neneng Hasanah yasin belum memberikan prihal keputusan agar mengabaikan PP tersebut.

"PP 78 tentang pengupahan di Kabupaten Bekasi kami tolak dan kami meminta bupati bekasi mengabaikan PP tersebut karena harus melihat situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten  Bekasi, karena Kabupaten Bekasi adalah kota industri, dengan kenaikan 11,5 persen jauh dari harapan teman-teman buruh," ungkap, Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Obon Tabroni, rabu (11/11).

Lanjut obon, teman-teman buruh sudah sepakat menunggu keputusan dari Bupati terkait PP pengupahan pasalnya yang diharapkan teman-teman buruh pada saat ini adalah kejelasan dari bupati mengabaikan atau menerima PP tersebut.

"Bila rekom dari bupati tidak. Didapatkan pada hari ini rencana teman-teman buruh akan menginap, yang pasti kita disini meminta kejelasan dari bupati bekasi," tegasnya.

Beberapa daearh sudah mengabailkan PP nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Dan memang kepala daerahnya sudah mengetahui bakal menyiksa kaum buruh bila PP tersebut diterima, kenapa untuk di Kabupaten Bekasi belum juga memberikan hasilnya selama ini.

"DKI Jakarta, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Bandung, beberapa wilayah di Jawa Timur, dan Cirebon yang sudah menolak PP tersebut dan mengabaikannya kenapa Kabupaten Bekasi tidak bisa mengabaikan PP tersebut," tandasnya. (Cr01)

Statistik Pengunjung

5818577
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5025
17249
5818577
IP Anda: 54.221.29.4

Facebook