JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 24 Juli 2018

JAKARTA, Kabarsebelas.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mengatakan penolakan rencana pembangunan Bandara Lebak di Banten karena pengembang Bandara Lebak yakni PT Maja Raya Indah Semesta belum memenuhi syarat. Namun, syarat tersebut sebagai syarat utama atau izin prinsip untuk mendapatkan izin lokasi pembangunan bandara tersebut.


Selain itu, penolakan tersebut disebabkan karena alasan keselamatan (safety). Pasalnya, ruang udara Bandara Lebak bersinggungan dengan beberapa bandara disekitarnya.


"Ditinjau dari kelayakan lokasinya, sebagai regulator, Kemenhub telah membuat keputusan akhir (final), bahwa bandara ini tidak memungkinkan (dilanjutkan), dan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub melalui surat AU101/3/15/DRJU.DPU.2015 menyatakan izin kelayakan Bandara Lebak menolak Bandara Lebak tidak bisa diberikan," kata Direktur Kebandarudaraan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, kemarin, di Jakarta.


Sementara itu, terdapat tiga tahap untuk mendapatkan izin pembangunan bandar udara. Pertama kelaikan lokasi yang harus disetujui oleh Dirjen Perhubungan Udara, setelah mendapatkannya baru selanjutnya kepada Menteri Perhubungan untuk penetapan lokasi.


Kedua, penetapan lokasi berikut 'masterplan dan detail engineering design' (DED) kepada Menteri Perhubungan. Agus, menjelaskan setelah itu yang ketiga baru mengajukan izin mendirikan bangunan bandara.


"Namun, dalam memperoleh izin lokasi atau izin prinsip terdapat tujuh aspek, di antaranya aspek sosial, operasional, angkutan udara, lingkungan, pengembangan wilayah, ekonomi atau finansial dan teknik," ujarnya.


Oleh karena itu, bandara Lebak belum sampai tataran penetapan lokasi bandara, baru sampai kelayakan lokasi bandara, dan untuk membangun bandara dibutuhkan pemenuhan tujuh aspek, tapi Bandara Lebak tidak memenuhi aspek kelayakan lokasi.


Dia, mengungkapkan bandara Lebak bukan merupakan bandara yang direkomendasikan oleh Agen Kerja Sama Internasional (JICA), tetapi salah satu enam wilayah yang direkomendasikan untuk diteliti. Kata, Agus JICA, bandara yang direkomendasikan itu berlokasi di Karawang.


"Terkait alasan keselamatan (safety), Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub Novie Riyanto menjabarkan, penolakan tersebut lantaran keberadaan bandara di Lebak tersebut dinilai akan memotong sebagian ATZ, berhimpit CTR (control zone), overlap dengan beberapa training area (south area, South of West, Rangkasbitung, Point Charlie), Bandar Udara Curug serta memotong sebagian kecil WIR-2. (dade)

Statistik Pengunjung

7219014
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
518
14891
7219014
IP Anda: 23.20.25.122

Facebook