JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 23 Januari 2018

BEKASI, Kabarsebelas.com - Salah seorang mantan buruh yang sekarang berusaha (berdagang)  mengungkapkan peristiwa Mogok Nasional 2012 untuk menuntun UMR. Saat itu, SEP (26), masih bekerja di PT Sari Takagi Elok Produk (STEP) yang berlokasi di Kelurahan Sertajaya. Kecamatan Cikarang Timur.

"Dulu saya sedang masuk shif satu dan tidak ikut aksi mogok nasional. Tiba-tiba pas saya dan puluhan teman saya yang sedang kerja, ada orang serikat masuk naik motor dan meminta dengan keras saya dan teman-teman, untuk ikut monas," ceritanya saat ditemui, Senin (23/11).

Dirinya mengaku bahwa teman-teman buruh mengajak dengan menggunakan kata-kata kasar agar ikut untuk aksi mogok kerja.

"Mereka menggunakan kata-kata kotor menyuruh ikut mogok kerja, ‘Eh, elu jangan enak-enakan kerja. Ayo, bareng-bareng mogok kerja," kata mantan buruh di tempat usahanya.

Akhirnya ia dengan terpaksa bergabung dengan massa buruh lainnya untuk ikut aksi mogok kerja. Saat itu dia dan ratusan buruh lainnya duduk di tengah-tengah kawasan dekat Pintu 9 Jababeka.

"Akhirnya saya ikut aksi sampai sore.  Dibayar juga kagak, cape doang,"  jelasnya.

Setelah beberapa bulan SEP mengikuti aksi mogok dan demonstrasi ia tidak mendapatkan perpanjangan kontrak per tiga bulan tersebut. Akhirnya ia tidak lagi menjadi buruh dan memilih berdagang. (Cr01)

Statistik Pengunjung

5872534
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
905
15856
5872534
IP Anda: 54.83.81.52

Facebook