JS Financial News - шаблон joomla Новости
Rabu, 17 Januari 2018

JAKARTA, Kabarsebelas.com - Pertemuan Konsolidasi BEM Perguruan Tingg Ilmu Agama Islam (PTAI) & BEM PTNU mendesak MKD DPR dan KPK serta mabes polri melakukan investigasi rekaman pembicaraan Setya Novanto Ketua DPR RI dengan Ma'aruf Syamsudin Direktur Freeport.


Hasil pertemuan Bem PTNU & Bem Perguruan Tinggi Agama Islam seluruh Indonesia, menyatakan mendukung Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan Setya Novanto DPR RI ke MKD DPR RI.


"Bila perlu laporkan Setya Vovanto ke Mabes Polri dan KPK," kata Konsolidasi Aktivis Bem Perguruan Tinggi NU dan Bem Perguruan TinggiI Ilmu Agama Islam Seluruh Indonesia, saat di buka oleh Dewan Penasehat BEM PTNU & PTAI, Subelly Hantono, Jumat (27/11), di Gedung PBNU, Jakarta.


Berawal dari laporan Menteri ESDM, Sudirman Said, terkait negoisasi perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia yang dilakukan Ketua Dewan Perwakiran Rakyat (DPR), Setyo Novanto, semakin membuktikan bahwa HEGEMONI PT Freeport dalam mengeruk sumber daya alam Indonesia selama ini memang ada "MAFIA" yang melindungi.


Namun, ironisnya Mafia itu justru bersal dari para petinggi Negara, yang seharusnya bertindak untuk sepenuhnya dan seluas-luasnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Subelly, menjelaskan masyarakat sudah lama mengetahui keberadaan Freeport memang tidak menghasilkan efek signifikan terhadap kesejahteraan rakyat, untuk terjadi justru pemiskinan sistemik terhadap rakyat, dan kerusakan lingkungan.


"Keberadaan Freeport seringkali memicu ancaman kedaulatan bangsa dan negara," ujarnya.


Sementara itu, Presidium Nasional BEM Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia, Ahmad Mahrus, mengungkapkan apalaygi hari ini sudah jelas bahwa ada oknum petinggi Negara melakukan negoisasi untuk perpanjangan kontrak PT Freeport. Artinya sumber daya alam (SDA) Indonesia akan semakin hanis dikeruk oleh asing, tanpa memberikan efek yang signifikan terhadap kesejahteraan rakyat.


Sebanyak 14 Aliansi Mahasiswa Anti Freeport Bem sei-Indonesia, 4 Bem diantaranya Presidium Nasional Bem Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia, Ahmad Mahrus, Presidium Mahasiswa Bem Perguruan Tinggi Nahdhatul Ulama se-Nusantara, Faridur Rohman, Presiden UBK, Sudirman Hasim, dan Relawan Jokowi Alinasi Nasional Nahdiyin, H. Wahyudin, untuk itu, Aliansi Anti Mafia Freeport menyerukan gerakan penyelamatan sumber daya alam Indonesia untuk sepenuhnya kemakmuran dan kesejahteraab rakyat.


Menolak perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, dengan demikian pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia menjadi milik penuh pemerintah Indonesia, dan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.


“Mengapresiasi dan mendukung Menteri ESDM, Sudirman Said untuk membuka lebih jauh mafia Freeport, terutama kasus negoisasi perpanjangan kontrak PT Freeport yang melibatkan Ketua DPR RI, Setyo Novanto dengan Direktur Utama PT Freeport  Indonesia, Prof. Ma'ruf Syamsudin," kata Mahrus.


Ini adalah langkah revolusioner dalam rangka membasmi praktek KKN dalam pengelolaan SDA Indonesia, dalam rangka mewujudkan SDA Indonesia sepenuhnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Kepada Majilis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI untuk bertindak tegas, cepat, dan profesional dalam menindaklanjuti laporan Menteri ESDM, Sudirman Said, sehingga kehormatan DPR dapat terjaga, dan kepercayaan masyarakat terhadap DPR RI tidak semakin luntur.


"Namun, kepada POLRI dan KPK agar terlibat aktif dalam menuntaskan kasus mafia Freeport ini dengan membuktikan keaslian bukti rekaman percakaman, sehingga para pelaku dapat ditindak tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Karena bukti awal (rekaman percakapan negoisasi perpanjangan kontrak PT Freeport antara Ketua DPR RI, Setyo Novanto dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Prof. Ma'ruf Syamsudin) sudah mengarah pada tindakan Gratifikasi dan KKN yang dapat memiskinkan bangsa Indonesia," ungkap Mahrus. (dade)

Statistik Pengunjung

5827584
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5772
26256
5827584
IP Anda: 54.234.190.237

Facebook