JS Financial News - шаблон joomla Новости
Minggu, 23 September 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM - Banyaknya sampah rumah tangga di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, membuat pemerintah desa (pemdes) setempat membuat inovasi untuk menanggulanginya. Pemdes Lambangsari mengadakan inovasi mesin pengolah limbah plastik untuk menghancurkan sampah-sampah yang berjenis plastik.

 

Kepala Desa Lambangsari, Yaceu Herliyanti mengaku prihatin atas banyaknya sampah yang dihasilkan rumah tangga setiap harinya. Dalam satu hari, Yaceu mengira, sebanyak 15 kilogram sampah berhasil terbentuk dari kehidupan rumah tangga.

 

“Pemdes Lambangsari menaruh perhatian khusus untuk permasalahan sampah. Karena, di Desa Lambangsari ini merupakan kawasan padat penduduk dengan jumlah sekitar tujuh ribu kartu keluarga. Sehari itu, diperkirakan sampah bisa mencapai 15 kilogram," jelas Yaceu kepada kabarsebelas.com beberapa waktu lalu.

 

Yaceu juga mengatakan, bahwa mesin yang dimiliki Pemdes Lambangsari itu juga bisa menghasilkan bahan bakar alternativ untuk mesin diesel dari hasil peleburan limbah plastik. Adapun proses kerja mesin limbah plastik akan dipanaskan diatas suhu 180 derajat, sehingga peleburan berubah menjadi uap. Proses pemanasan ini menyebabkan perekahan pada limbah plastik menjadi potongan molekul yang lebih pendek.

 

"Cairan yang dihasilkan akan menjadi bahan bakar dasar minyak. Dengan desitilasi ulang menggunakan temperature berbed minyak mentah diproses menjadi premium ataupun solar. Baiknya limbah plastik itu seperti botol bekas air mineral. Selain dapat mengurangi sampah plastik dan mampu melestariikan lingkungan hidup juga dapat meingkatkan ekonomi masyarakat. Karena target saya itu di tahun 2018 dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Program pembedayaan akan kita giatkan,” jelas Yaceu.

 

Rencana mesin konversi ini akan diserahkan ke masing-masing dusun di Lambangsari yang terbagi menkado tiga dusun. Dan warga desa juga dapat memanfaatkan hasil mesin ini sesuai dengan keperluan. “Pemberdayaan ini juga harus didukung dengan sumber daya manusia yang kreatif,” katanya sebelum menyerahkan mesin ini keperwakilan masing-masing dusun yang hadir dikantor desa kemarin.

 

Sementara itu, Dimas selaku warga yang hadir mengatakan, bahwa dengan adanya alat seperti ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk mengurangi samoah-sampah warga. "Mudah-mudahan bisa ngurangin sampah. Toh juga hasilnya juga bisa untuk bahan mesin diesel," tandas Dimas. (Pra)

 

Statistik Pengunjung

7467325
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
4380
4380
7467325
IP Anda: 54.225.59.14

Facebook