JS Financial News - шаблон joomla Новости
Rabu, 25 April 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM - Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Sayyidah Khodijahdi Perumahan Graha Melasti, RW 014, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, menggelar pengajian dengan pembahasan radikalisme, terorisme dan Hoax belum lama ini.

 

Para pengurus DKM Jami Sayyidah Khodijah, di Jalan Melati Raya, Perumahan Graha Melasti itu menggelar pengajian rutin dengan mengangkat tema "Siap Menangkal Radikalisme, Terorisme, dan Peneybaran Informasi Hoax Menuju Indonesia Damai Dalam Bingkai NKRI".

 

Tujuan di angkatnya tema ini untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitar tentang pemahaman bahaya radikalisme dan terorisme serta kabar Hoax. Dalam kegiatan yang belum lama ini digelar, terlihat lebih dari 100 orang hadir mengikuti pengajian yang di gelar di Aula Masjid Jami Sayyidah Khodijah.

 

Ketua DKM Jami Sayyidah Khodijah, Jamaludin, menyampaikan apresiasi positif kepada para peserta pengajian yang terbilang ramai. Karena, dalam pengajian kali ini pihaknya mengangkat tema yang sangat bagus untuk dibekali kepada para masyarakat, khususnya warga Perumahan Graha Melasti.

 

"Tentunya kami mengharapkan hasil pengajian ini dapat bermanfaat bagi kita semua (masyarakat)," ungkap Ketua DKM Jami Sayyidah Khodijah, Jamaludin.

 

Sementara itu, Marsudi, selaku Ketua RW 014, Perumahan Graha Melasti, meyambut baik kerjasama yang dilakukan pihak DKM dengan Baintelkam Polri dalam pengajian kali ini. Dirinya berharap dengan hadirnya pihak Baintelkam Polri dalam pengajian ini bisa memberikan rasa pemahaman kepada warga Kabupaten Bekasi lebih dalam.

 

"Hasil kerjasama ini semoga mampu menekan serta mampu mengurangi penyebaran radikal dan terorisme di masyarakat Bekasi, khususnya terhadap warga Sumberjaya," tutur Marsudi.

 

Tak tertinggal, perwakilan dati Baintelkam Polri, Kompol Buntoro, menekankan pentingnya kegiatan ini dilaksanalan untuk membentengi diri masyarakat agar tidak ikut paham radikalisme dan terorisme. Karena menurutnya, jika masyatakat mengikuti paham radikalisme  terorisme dan hoax, hal itu sangat berpengaruh dalam memecah belah NKRI. Buntoro pun meminta agar pihak Kepolisian bisa bersinergi lebih dalam dengan pemerintah daerah dalam hal pemahaman anti teroris, paham radikalisme dan hoax di masyarakat. (pra)

Statistik Pengunjung

6516101
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
7541
28323
6516101
IP Anda: 54.198.164.83

Facebook