JS Financial News - шаблон joomla Новости
Senin, 16 Juli 2018

Jakarta,KabarSebelas.com - Kurir narkoba Mary Jane dihukum mati karena membawa heroin lewat Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Begitu juga dengan kurir lainnya seperti Mufaddam dan Furqon yang dihukum mati di PN Stabat, Langkat, Sumut. 

Orang seperti Mary Jane, Furqon, Mufaddam adalah kurir-kurir narkoba yang tertangkap dan dihukum mati. Para kurir ini dikoordinator kurir yang bertugas mengatur logistik seperti tiket pesawat, paspor, booking hotel untuk menginap dan uang saku. Salah satu yang menggeluti profesi jahat itu adalah Mayang Anggraini (33).

Mayang dibekuk setelah anak buahnya, Hasby dibekuk BNN di Surabaya pada 3 Maret 2013 dengan bukti 279 gram sabu. Hasby mendapatkan barang itu dari Mimin yang mengambil narkoba itu dari Malaysia yang membawa ke Indonesia dengan cara dimasukkan lewat dubur atau istilah mereka dirudal.
Dari tangan Mayang, BNN mendapatkan 15 paspor atas nama anak buahnya. Di antaranya adalah:

1. Wawan
2. Abie
3. Indrawanto
4. Imam Syafiie
5. Armand
6. Didik Suprapto
7. Ariestiana Diyah Ember
8. Edi Suprinono
9. Ansori
10. Ainul Arif

Untuk sekali operasi penyelundupan yang berhasil, Mayang mendapatkan Rp 8 juta dari bandar narkoba jika operasi dilakukan 2 orang. 
Jika operasi penyelundupan dilakukan 4 orang, ia mendapat Rp 12 juta dari bandar narkoba. Adapun kurir mendapat fee kurang lebih Rp 10 jutaan. BNN juga menyita puluhan kartu ATM aliran transaksi uang Mayang dengan komplotannya.

Atas perbuatannya, negara mengancam Mayang dengan hukuman mati sesuai Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika yang berbunyi:

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi 5 batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditambah 1/3.

Tapi, jaksa hanya menuntut Mayang selama 12 tahun penjara. Atas tuntutan ini, majelis Pengadilan Negeri (PN) Sleman menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara. Empat hal yang meringankan sehingga Mayang tidak dijatuhi hukuman mati adalah;

"Pertama, Terdakwa dalam persidangan menunjukkan sikap sopan dan mengakui terus terang," ujar majelis yang diketuai Sriwati dengan anggota Wiryatmi dan Danardono sebagaimana kutipanya, Selasa (30/6/2015).

Alasan kedua, terdakwa belum pernah dihukum. Ketiga Mayang berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Empat, terdakwa seorang ibu (single parent) yang punya tanggungan anak," ucap majelis dengan suara bulat.

Empat alasan ini juga dimiliki oleh Mary Jane yaitu sopan di pengadilan, menyesal dan mempunyai anak. Tapi beda majelis, beda putusan yang dijatuhkan. Mary Jane divonis mati sedangkan koordinatornya dihukum 18 tahun penjara.

(redaksi)

Statistik Pengunjung

7163352
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
7472
14881
7163352
IP Anda: 54.196.31.117

Facebook