JS Financial News - шаблон joomla Новости
Kamis, 16 Agustus 2018

BEKASI, kabarsebelas.com - Kasus penipuan berkedok investasi Koperasi Serba Usaha (KSU) Berkah Mandiri Sejahtera dengan korban mencapai 2.000 orang lebih dari Cikarang, Bekasi, Jakarta dan wilayah lainnya terus bergulir. Hari ini, Rabu (14/10), ratusan korban penipuan tersebut menggeruduk Mapolresta Bekasi, Jalan Ki Hajar Dewantara, Cikarang Utara, karena mendapatkan isu 6 tersangka penipuan dilepas kepolisian.

Keenam tersangka yang telah ditahan pihak Polresta Bekasi ialah, Agus Sebastian selaku ketua koperasi, Anto selaku bendahara, Dwi Hartoto sekretaris, Sobarudin bagian gudang, Yoto dan Alamsyah atas laporan para korban dengan pasal 378 KUHP atau Sub Pasal 372 KUHP juncto Psal 64 KUHP atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

Kasat Reskrim Polresta Bekasi, Komisaris Raden Muhammad Jauhari, mengatakan kasus ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

"Enam orang sudah kita tangkap. Tadi kan warga sudah datang karena ada kabar kita lepas mereka dan mereka lihat sendiri para tahanan masih ada," ungkapnya kepada Kabarsebelas.com, rabu (14/10).

KSU Berkah Mandiri Sejahtera berkantor di Villa Mutiara Cikarang, Desa Ciantra, Cikarang Selatan. Koperasi tersebut menawarkan satu paket senilai Rp.5,5 juta dengan mendapatkan minyak goreng tropical sebanyak 100 liter per bulan selama 7 bulan.

Dalam perjanjian selanjutnya, koperasi akan memberikan bonus 5 liter minyak goreng sejak bulan kedua sampai bulan ketujuh terhadap peserta.

Sebagian besar korban mendapatkan apa yang dijanjikan pada bulan pertama, namun mengalami kendala pada pencairan bulan kedua dan seterusnya karena alasan audit dari pihak koperasi.

Salah seorang warga yang menjadi korban dan telah membeli 6 paket, Ari mengatakan, masih ada satu orang yang masih harus bertanggung jawab, yakni pria bernama Agus Utama sebagai pembina koperasi.

"Ada satu yang namanya Agus Utama, sekarang orangnya sudah tidak bisa ditemukan. Di telepon tidak aktif. Di koperasi dia sebagai pembina. Kita di sini berkumpul ada dari Cikarang, Pulo Gebang, Bekasi, untuk menuntut keadilan dan kejelasan," ungkapnya.

 

Nilai kerugian korban penipuan bervariatif, ada yang hanya mengikuti 2 paket, bahkan ada yang ikut hingga 100 paket dengan nilai mencapai 500 jutaan. Total kerugian 2.000-an korban menembus Rp.11 milar. (cr01)

Statistik Pengunjung

7383869
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
3126
41639
7383869
IP Anda: 54.81.196.35

Facebook