JS Financial News - шаблон joomla Новости
Rabu, 15 Agustus 2018

 

JAKARTA—kabarsebelas.com Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun, bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Indonesia adalah Negara yang majemuk, bhinneka dan plural. Indonesia terdiri dari beberapa suku, etnis, bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Demikian kesimpulan pada diskusi publik bertemakan “Perdamaian Dalam perspektif Ideologi Pancasila”, katanya Rabu, (30/3), saat  digelar BEM FIS UNJ Kabinet Trisakti 2016, di Kampus UNJ Jakarta.


Diskusi menghadirkan narasumber Hardya Pranadipa (program officer Search For Common Ground Indonesia), Satriwan Salim (Pendidik di SMA Labschool Jakarta dan UNJ) dan Amar ar-risalah (Pengelola bulletin stomata).


Menurut Hardya Pranadipa, meski Indonesia dikenal negara ramah dimata Internasional. Namun, akhir-akhir ini keramahan Indonesia mulai dipertanyakan banyak kalangan, karena ada beberapa kasus kekerasan yang bernuansa Agama. Ketika bicara peristiwa yang terjadi di Indonesia hampir pasti semuanya melibatkan umat muslim, hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.


"Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa aliran yang tidak terkoordinir, sehingga apapun yang diperbuat oleh umat Islam menurut sebagian umat non muslim dianggap mewakili muslim,” ujarnya.


Sedangkan itu, Satriwan Salim mengajak mahasiswa kembali membangun perdamaian di Indonesia yang merupakan nafas dari ideologi Pancasila. Perdamaian dalam Pancasila menjadi prasyarat utama terwujudnya kehidupan yang sejahtera dan makmur.

“Oleh karena itu, keberadaan ISIS atau Negara Islam Irak Suriah mendapat penolakan atas keberadaannya di Indonesia,” ungkapnya
Di mana-mana Masyarakat muslim lanjut Satriawan, menolak keberadaan ISIS ketika ramai-ramai mereka membaiat anggotanya. Masyarakat muslim berupaya bersama-sama dengan aparat keamanan mengantisipasi perkembangan ISIS yang lebih besar.


Menurutnya, dari hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menolak keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka menganggap ISIS merupakan ancaman bagi semua agama di Indonesia. “Sebanyak 95 persen warga Indonesia yang mengetahui ISIS menyatakan organisasi tersebut tidak boleh ada di Indonesia,” ujarnya.


Data survei juga menyatakan penolakan terhadap ISIS terjadi di seluruh Indonesia. Secara doktrinal, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh Islam. Islam secara definisi adalah “damai”, “selamat” dan “menyerahkan diri”. Definisi Islam yang demikian sering dirumuskan dengan istilah “Islam agama rahmatan lil’
?lamîn (agama yang mengayomi seluruh alam).


Pada acara ini dibagikan buku yang berjudul Islam Rahmatan lil alamin, Menolak ISIS, agar memberikan gambaran bahwa ISIS bertentangan dengan Pancasila dan tidak mewakili Islam, karena ajaran Islam untuk menciptakan perdamaian. (dade)

 

Statistik Pengunjung

7374445
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
1806
32215
7374445
IP Anda: 54.196.73.22

Facebook