JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 26 Mei 2018

JAKARTA, kabarsebelas.com -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengatakan pendidik atau guru yang melecehkan anak didik di sekolah harus diberhentikan. Namun, sekolah harus memberikan keamanan kepada peserta didik.


“Sekolah yang ada pendidiknya yang tidak melindungi anak maka berhentikan dia dari sekolah. Jangan kasih ruang di sekolah, dan pemberhentian pendidik dari tugasnya di sekolah bukanlah sesuatu yang berlebihan," kata Anies, Sabtu (21/5), saat acara diskusi bertajuk "Tantangan Mengatasi Kesenjangan Pendidikan dan Dunia Kerja, di Gedung Oil Center, Jakarta.


Sementara itu, Pasalnya, sekolah sebagai tempat proses belajar mengajar tidak boleh dikotori perbuatan tercela. Selain dikeluarkan dari sekolah, dan pelaku harus tetap diproses secara hukum. Namun, guna mencegah terjadinya pencabulan terhadap anak didik, sekolah harus dilengkapi gugus pencegahan antikekerasan.


“Anies, mengatakan fasilitas tersebut harus tersedia di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, dan setiap sekolah harus ada. "Kalau tidak ada sekolah itu, yang melanggar maka sekolah itu bisa ditindak atau Kepala sekolah bisa diganti, kalau izin yayasan bisa di cabut," ujarnya.


Oleh karena itu, gugus anti kekerasan yang ada di Indonesia yang kini memiliki 212 ribu sekolah, yang juga harus dilengkapi pepapan pengumuman untuk melaporkan setiap ada kejadian penting. Sehingga dari papan tersebut, para korban akan bisa melaporkan kepada pihak yang berwajib.


Anies, menjelaskan kedua harus ada papan pengumuman untuk melaporkan, sehingga kalau ada peristiwa-peristiwa kekerasan anak yang menjadi korban keluarga bisa lapor.


"Namun, sekedar informasi salahsatu Siswi SMP Negeri di daerah Manggai, Jakarta Selatan berinisial NS menjadi korban perlakuan tidak senonoh dari gurunya, yang berinisial ER, karena terlambat masuk sekolah," ungkapnya.


Sementara itu, ER diduga melakukan perbuatan cabul tersebut di ruang guru karena di ruang itu tidak ada kamera pengawas atau CCTV. ER menyuruh NS membuka jilbab karena alasan ingin melihat bentuk tubuhnya.

"Tidak terima diperlakukan demikian, NS kemudian melarikan ke Polres Metro Jakarta Timur dan orang tuanya langsung membuat laporan. (dade)

 

Statistik Pengunjung

6764278
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
3635
57290
6764278
IP Anda: 54.224.108.85

Facebook