JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 19 Juni 2018

KARAWANG, KABARSEBELAS.COM - Menjadi Tenaga Wanita (TKW) ke Luar Negeri terkadang menjadi solusi untuk merubah nasib perekonomiannya menjadi lebih baik, namun bagaimana jadinya kalau menjadi TKW tidak dilengkapi dokumen yang lengkap, seperti yang di alami Kurnia (30), warga Dusun Krajan A RT 002/001 Desa Kertasari Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, setelah gagal menjadi TKW ke Timur Tengah disinyalir menjadi korban TKW Ilegal.

 

Menurut keterangan Rohman (35) suami korban, kejadian bermula ketika dia bertemu dengan H Aang, salah satu sponsor PJTKI, menanyakan apakah istrinya tersebut berniat menjadi TKW ke luar negeri (Timur Tengah). Karena sebelumnya sudah berkomunikasi dengan istrinya, saat itu dia mengatakan benar istrinya berniat berangkat ke luar Negeri.  Namun saat itu dirinya menjelaskan kepada H Aang kalau istrinya tidak mempunyai KTP dan KK,  tetapi H Aang mengatakan agar Rohman tidak memikirkan hal tersebut.

 

"Awalnya saya tidak percaya istri saya bisa berangkat karena belum memiliki KTP dan KK, tetapi atas bujukan H Aang saya menjadi percaya karena dia yang akan mengurusnya," terang Rohman, saat ditemui, Minggu (07/01).

 

Sementara itu, menurut pengakuan Kurnia pada Bulan September 2017, dia sempat dibawa ke kantor Imigrasi Bogor untuk dibuatkan Paspor.  Tetapi anehnya menurutnya disana dia tidak ditanya atau diperiksa apapun, serta tanda-tangan pun tidak, tetapi langsung disuruh pulang lagi.  Setelah menunggu satu bulan, tanpa terlebih dahulu ke PT untuk interview atau medical  check up, dia dijemput sopir untuk diberangkatkan ke Timur Tengah.

 

"Saat itu saya bersama 2 orang lainnya dijemput sopir untuk berangkat ke luar negeri, melalui Bandara Soekarno Hatta, tanpa melalui PT lagi, kami langsung diberangkatkan ke Riyad," katanya.

 

Dia menambahkan sesampainya di Riyad, dia mengalami kebingungan karena dipindah-pindah majikan terus, bahkan dia sempat disuruh menggembala kambing selama 3 hari.  Ketika menghubungi H Aang untuk meminta kejelasan nasibnya, bukan kabar baik yang diterimanya, malah sebaliknya H Aang mengatakan kalau tertangkap Polisi, pihak H Aang tidak bertanggung jawab.

 

"Untungnya Khodijah, majikan saya yang terakhir baik hati dan memberitahukan kalau paspor saya tidak terdaftar dan bermasalah, dan dia pun mengembalikan saya ke Indonesia," ungkapnya.

 

Sesampainya di Indonesia, dia mengatakan bahwa paspor yang dibawanya kembali diambil oleh supir H Aang saat berada diperjalanan pulang.  Ironisnya setelah sampai di rumahnya, korban kembali didatangi H Aang beserta H Romlah, salah satu pemilik PJTKI di wilayah Pedes.  Saat itu keduanya meminta agar Kurnia harus kembali berangkat ke luar negeri, bahkan H Aang menekan agar keluarga Kurnia membayar ganti rugi sebesar 60 juta rupiah jika tidak mau berangkat ke luar menjadi TKW. (Dmn)

Statistik Pengunjung

6950974
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5335
20926
6950974
IP Anda: 54.81.105.205

Facebook