JS Financial News - шаблон joomla Новости
Jumat, 23 Februari 2018

 

BEKASI, KABARSEBELAS.COM-- Empat remaja digelandang ke kantor Kepolisian Sektor Cikarang Barat karena hendak menggelar tawuran, Jumat (2/2) lalu. Dari empat yang diamankan, seorang rejama berinisial SB (18) ditetapkan sebagai tersangka karena membawa sebilah arit bergagang kayu.

 

Kapolsek Cikarang Barat Komisaris Hendrik Situmorang mengatakan, tiga remaja bernama Bayu Sajidin, M. Fauzi dan Nanda Ilham telah dibebaskan penyidik. Soalnya polisi tidak menemukan barang bukti berupa senjata tajam, sehingga mereka hanya diberi pembinaan oleh petugas.

 

"Orang tua mereka kita panggil supaya mengetahui perbuatan anak-anaknya. Usia remaja yang diamankan rata-rata berusia 18 sampai 19 tahun," kata Hendrik di Mapolsek Cikarang Barat, Jumat (2/2).

 

Hendrik mengatakan, mereka diamankan saat petugas mendapat informasi adanya sekelompok remaja yang sedang berkumpul di Kampung Pengkolan RT 01/04, Desa Kalijaya, Cikarang Barat. Sebelum membubarkan remaja itu, polisi menggeledah barang bawannya.

 

"Saat dicek rupanya ada satu remaja yang membawa arit berinisial SB. Tiga rekan SB kita bawa juga ke polsek untuk diperiksa," ujar Hendrik.

 

Hendrik menyatakan, tersangka SB telah menyalahi aturan yakni UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam/senjata api tanpa dokumen izin. Karena itu, polisi menjebloskan SB ke dalam tahanan. "SB merupakan remaja putus sekolah dengan pendidikan terakhir SMP. Dia memang kerap berbuat ulah terutama menyerang kelompok lain," katanya.

 

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kompol Sukrisno menambahkan, anggota di seluruh polsek dan polres akan menggiatkan operasi cipta kondisi (cikpon). Sasarannya adalah kejahatan jalanan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, tawuran, peredaran miras hingga narkoba.

 

"Bagi remaja yang akan menggelar tawuran bakal langsung kami amankan untuk diperiksa. Bila terbukti bersalah, akan kita pidanakan," tegas Sukrisno.

 

Dia mengimbau kepada masyarakat terutama remaja dan pemuda agar tidak berkumpul di pinggir jalan. Selain rawan menjadi korban kejahatan, keberadaan mereka juga meresahkan masyarakat lain yang ingin beristirahat di rumah. "Kenyamanan warga pasti terganggu, berbeda bila mereka menggelar siskamling di permukimannya sudah pasti berkumpul di pos keamanan," katanya. (dd)

Siapakah Cagub dan Cawagub Jawa Barat 2018-2023 yang paling layak memimpin?
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
Total Voting:
Voting Pertama:
Voting Terakhir:

Statistik Pengunjung

6065793
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5091
34904
6065793
IP Anda: 54.92.197.82

Facebook