JS Financial News - шаблон joomla Новости
Minggu, 22 Juli 2018

 

KABARSEBELAS.COM – Satgas KPK menyegel ruang kerja Gubernur Aceh untuk keperluan penyidikan kasus korupsi dana otonomi khusus yang menjerat Irwandi Yusuf sebagai tersangka. KPK juga menyegel ruangan Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang sama-sama terletak di Kantor Gubernur Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh.

 

Ruangan tersebut sudah tak bisa diakses oleh umum karena di depannya sudah tertempel peringatan berbunyi “Dilarang membuka segel KPK!”. Kedua ruangan disegel Rabu kemarin.

 

Kepala Biro Humas Pemerintahan Aceh, Rahmat mengatakan penangkapan Gubernur Irwandi Yusuf disertai penyegelan ruang kerjanya tidak mengganggu roda pemerintahan. Wakil Gubernur Nova Iriansyah dan jajarannya tetap berdinas seperti biasa.

 

“Saya pastikan roda pemerintahan dan pelayan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” kata Rahmat.

 

 

Sebagaimana diketahui Irwandi Yusuf ditangkap KPK pada Selasa 3 Juli malam. Dalam waktu hampir bersamaan, KPK juga menciduk Bupati Bener Meriah Ahmadi beserta delapan orang lainnya.

 

KPK selanjutkan menjadikan Irwandi, Ahmadi serta Henri Yuzal dan Syaiful Bahri sebagai tersangka korupsi proyek dibiayai dana otonomi khusus Aceh 2018. Irwandi diduga menerima gratifikasi Rp500 juta dari komitmen fee yang dijatah Rp1,5 miliar.

Gratifikasi itu diduga diberikan Ahmadi lalu diterima Henri dan Syaiful Bahri untuk Irwandi.

 

Tapi, Irwandi Yusuf membantah menerimanya. “Saya enggak minta hadiah, saya enggak pernah menyuruh orang untuk minta hadiah, saya tidak juga menerima komitmen fee,” katanya kepada wartawan di KPK.

 

“Saya enggak melangar apapun, enggak mengatur fee, enggak mengatur proyek, enggak terima fee enggak ada janji memberikan sesuatu.”

(red)

Statistik Pengunjung

7209548
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5425
5425
7209548
IP Anda: 54.224.103.239

Facebook