JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 13 November 2018

BEKASI, kabarsebelas.com – 4 anak dibawah usia asal Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, meninggal dunia akibat demam berdarah (DBD) dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu dari 4 anak yaitu ber-umur 5 Tahun, warga RT 04 RW 02, meninggal pada Minggu (1/5) lalu.

Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata mengatakan, meninggalnya 4 anak akibat DBD kemungkinan disebabkan kelalaian dari orangtua korban. Pasalnya, saat anaknya mengalami dosis sakit panas hanya di bawa ke Bidan, yang dianggap orangtua anak tersebut sakit biasa.

“Kemarin (Minggu lalu) itu kejadian (ada) meninggal karena DBD, karena orang kampung itu kalau sakit panas dianggapnya biasa,” ujar Jaut saat diwawancarai.

Lanjut JSW sapaan akrabnya mengatakan, sebagaian warga Desa Tambun dianggap masih awam yang menyepelekan kondisi kesehatan disaat sakit. Akibatnya, kurang lebih ada 20 orang lebih yang terkena penyakit DBD, 4 diantaranya meninggal dunia dalam jangka waktu 1 Bulan terakhir.

“Hingga sejauh ini masyarakat (masih) awam, banyak kurang tau karena parahnya DBD. Yang kena DBD ada puluhan orang,” ungkapnya.

“Masyarakat itu anggap sakit biasa, setelah tau kondisinya parah kemudian kondisinya tidak lagi tertolong, baru sadar kalau DBD ini penyakit parah,” sambung dia dengan jelas.

Dengan kejadian tersebut, masih kata Jaut, langsung bertindak cepat melakukan pengasapan atau fogging, untuk memberantas nyamuk. Meskipun, yang seharusnya bertindak cepat adalah instansi terkait seperti Puskesmas Tambun dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Kendati demikian, fogging pun bukan solusi terakhir.

“Kita juga melakukan fogging dan melakukan pencegahan. Tapi, fogging itu bukan solusi terakhir. Kita sampaikan ke masyarakat, yang paling utama pencegahan,” tukasnya.  (de)

 

Statistik Pengunjung

7716711
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5657
21863
7716711
IP Anda: 54.166.249.93

Facebook