JS Financial News - шаблон joomla Новости
Minggu, 21 April 2019

 
Karawang, Kabarsebelas.Com - Pasien penderita  penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Kabupaten Karawang,  membludak  dan terus bertambah. Akibatnya, RSUD kelas B milik  pemerintah tidak mampu menampung jumlah penderita penyakit  yang membludak tersebut. Pasalnya,  ketersediaan kamar rawat inap tak sebanding dengan jumlah pasien.
 
Humas RSUD Karawadang,  Rohimin mengatakan setiap hari jumlah pasien yang masuk IGD meningkat,  sementara ruang perawatan di IGD terbatas, Akibatnya  selasar  rumah sakit dijadikan tempat perawatan sementara untuk penanganan medis. 
 
"Karena banyaknya pasien, selasar RSUD Karawang dijadikan ruang perawatan, sementara ruang IGD sudah tidak mampu menampung pasien lagi,"kata Rohimin,  Rabu (20/3).
 
Humas RSUD Karawang,  mengatakan pasien penyakit dalam seperti paru dan jantung dan penyakit dalam lainnya,  rata-rata peserta BPJS Kesehatan, sementara ruangannya sudah tidak bisa menampung pasien lagi. Akibatnya, pihaknya menambah ekstra bed alias tempat tidur bagi pasien baru serta kursi roda dalam pemeriksaan medis. 
 
”Karena membludak, terpaksa pasien  tidak  dapat kamar. Mereka kami tempatkan di selasar,” katanya.
 
Data RSUD Karawang,  kata Rohimin menyebutkan saat ini jumlah pasien  setiap hari yang masuk IGD  mencapai 70 hingga 80 orang. Sementara untuk pemeriksaan di IGD membutuhkan waktu maksimal 8 jam, daya tampungnya hanya 12 orang. Para pasien ini datang dari sejumlah desa dan kecamatan  di Karawang tersebut. 
 
Akibatnya para pasien baru ini ,kami tidak pilah-pilah datang ke IGD langsung ditangani medis,  karena pasien baru tidak tertampung dalam ruangan ,  dan pihak RSUD Karawang tidak memilah-milah pasien umum dan BPJS semuanya terlayani secara profesional walaupun harus di luar ruangan. 
 
"Semua pasien yang masuk IGD terlayani,  walaupun di selasar, " katanya.(Nand) 

Statistik Pengunjung

8832928
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
1374
1374
8832928
IP Anda: 54.82.119.116