JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 16 Januari 2018

CIREBON, kabarsebelas.com – Siapa yang tak jengkel, sudah tiga tahun saat reses dewan pertama hingga reses yang ketiga ini, anggota dewan hanya janji melulu. Padahal aspirasi warga tersebut merupakan kondisi riil yang menjadi masalah penting bagi warga di RW 06 Cangkol, Kota Cirebon yang kerap terkena banjir sungai Cipadu hingga 1 meteran.

 

Kali ini pelaksanaan reses yang ketiga anggota DPRD kembali digelar dengan warga. Para anggota DPRD tersebut bermaksud mendengarkan dan menampung aspirasi warga, yang kemudian ditindaklanjuti dengan menggulirkan program. Namun kenyataannya reses dewan dianggap hanya mengobral janji-janji belaka. Seperti yang terjadi saat pelaksanaan reses dapil 3 DPRD Kota Cirebon di kantor Kecamatan Lemahwungkuk, warga geram dan bosan pelaksanaan reses yang tidak pernah mengentaskan masalah yang terjadi di masyarakat.

 

Seperti disampaikan warga RW 06 Cangkol, Aryanto mengungkapkan, saat tiga tahun silam anggota DPRD sudah berjanji bakal melakukan normalisasi kali Cipadu yang ada di RW 06 Cangkol Kecamatan Lemahwungkuk. Namun hingga ketiga kalinya pelaksanaan reses anggota DPRD pun, kali yang sudah menjadi lautan sampah dan sumber penyebab banjir di Kota Cirebon.

 

“Saya masih ingat betul waktu Pak Edi dan anggota dewan yang lain reses di sini, dan saya menyampaikan permaslaahan yang sama, tapi apa? Reses juga tidak ada hasil apapun. Saat hujan, kami terendam setinggi satu meter, tidak ada pemerintah dan dewan yang peduli,” tukasnya saat menyampaikan protes kepada anggota DPRD Kota Cirebon.

 

Aryanto menambahkan, kondisi kali tersebut sangat parah, bahkan kali di daerah cangkol yang merupakan satu-satunya diandalkan untuk mengaliri air untuk ke laut kondisinya sudah mengalami pendangkalan. Dia mengeluhkan, kondisi tersebut tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah daerah. “Warga disini tidak butuh janji-janji pak, kami butuh bukti yang nyata. Bayangkan, kami setiap musim hujan mengalami banjir akibat kali yang belum pernah dikeruk,” katanya.

 

Sementara Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno menanggapi bahwa masalah yang disampaikan warga itu merupakan keluhan akibat program pemerintah yang belum direalisasi. Dia menjelaskan, bahwa konteks pengerukkan dan normalisasi kali itu bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, namun juga perlu melibatkan leading sektor lainnya.

 

Menurut Edi, tugas DPRD sebagai wakil rakyat hanya menerima aspirasi dan keluhan warga, setelah data keluhan masyarakat terinventaisir, maka kewajiban DPRD adalah menyampaikan masalah kepada eksekutif atau pemerintah Kota Cirebon. Akan tetapi, dirinya berjanji akan meninjau langsung ke lapangan terkait kali yang belum dinormalisasi yang menjadi penyebab banjir di Kota Cirebon. “saya dan anggota DPRD dapil 3 lainnya akan meninjau langsung ke lokasi, data tersebut langsung akan diserahkan kepada Wali Kota Cirebon, seperti apa tindak lanjutnya,” katanya, diplomatis. (din)

Statistik Pengunjung

5818545
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
4993
17217
5818545
IP Anda: 54.221.29.4

Facebook