JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 22 Mei 2018

CIANJUR, kabarsebelas.com - Penambang atau Galian pasir yang ada di Kampung Salanangka, Desa Sindangsari Kecamatan Cilaku, dipertanykan, pasalnya pihak kecamatan tidak mengetahui persoalan pertamabangan pasir tersebut.

Saat dimintai keterangan Sekcam Cilaku, Usep mengatakan tidak mengetahui adanya glaian C tersebut, dirinya mengaku bila selama ini tidak ada laporan dan perijinan masuk yang diterima pihak kecematan.

"Saya tidak malah saya baru tau sekarang adanya galian C ilegal yang berada di Desa Sindangsari," ungkapnya saat ditemui Kabarsebelas.com, Kamis (3/9).

Sedangkan Menurut Dinas Lingkungan Hidup, Endang mengatakan bahwa selama ini dirinya mengakui tidak pernah mengetahui dan menerima perijinan tentang galian yang ada di Kampung Salanangka, Desa Sindangsari Kecamatan Cilaku, dan dengan adanya laporan ini dirinya akan segera menyikapi serta menindak lanjuti bila memang ada, pasalnya tidak adanya ijin yang dikelaurkan Dinas Lingkungan Hidup selama ini.

"Akan segera saya cek dan akan saya pertanyakan serta meminta keterangan terkait perijinannya," tegasnya.

menurut pengusaha penambangan Pasir yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa selama ini dirinya sudah memberikan kotribusi kepada Kepala Desa (Kades) setempat, sebesar 5 persen dari pendapatan setiap pertambangan yang dilakukan selama ini, dan para pengusaha penambangan juga, memberikan uang kepada Oknum Polisi, LSM, serta wartawan yang datang ke lokasi pertambangan.


harga pasir permobil engkel sebesar Rp200 ribu, permobil pendapatan sehari bisa mencapai kurang lebih seratus mobil. (yyn)

 

Statistik Pengunjung

6729042
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
7901
22054
6729042
IP Anda: 54.158.194.80

Facebook