JS Financial News - шаблон joomla Новости
Senin, 21 Mei 2018

TANGERANG, Kabarsebelas.com -Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu kegiatan publikasi cagar budaya di Indonesia kepada masyarakat luas. Namun, Indonesia telah melewati perubahan zaman yang panjang, mulai dari masa prasejarah, Hindu, Budha, kolonial sampai kemerdekaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Bawesdan, mengatakan dalam rentang waktu yang panjang tersebut, telah menghasilkan banyak tinggalan budaya yang beragam salah satunya tinggalan masa prasejarah. "Tinggalan zaman prasejarah tidak hanya tinggalan mengalitik, seperti punden berundak yang ada di Gunung Padang," katanya, Minggu (13/9), kemarin, saat membuka Pameran "Gambar Cadas Prasejarah Di Indonesia", di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan.

Sementara itu, masa prasejarah juga memiliki tinggalan berupa gambar cadas. Kata, Anies, mungkin banyak dari masyarakat yang tidak mengetahui tentang gambar cadas prasejarah, seperti dimana letaknya, motif yang digambarkan, cara pembuatannya, dan yang paling penting siapa yang membuat gambar cadas tersebut.

Anies, menjelaskan gambar yang dibuat oleh manusia prasejarah pada masa lalu tersebar diwilayah pendalaman dan pesisir Indonesia, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Timur , Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, dan Papua Barat. "Namun, gambar tersebut dibuat untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari mereka, seperti berburu penghormatan kepada arwah, dan lainnya," ujar dia.

Menurut, gambar cadas digambarkan diatas batuan yang keras seperti pada dinding dalam gua, ceruk dan tebing dengan berbagai motif yang beragam seperti, cap tangan, perahu, geometris, binatang, figur manusia. Lanjut, Anies, di Indonesia diperkirakan budaya gambar cadas telah ada sejak 4.000 tahun yang lalu.

Namun, pada penelitian yang dilakukan baru-baru ini di Kawasan Maros-Pangkep, gambar cadas di Indonesia telah ada sejak 40.000 tahun lalu. "Pertanggalan ini sejaman dengan budaya gambar cadas di Gua El Castillo, Spanyol," ungkap Anies.

Dia, mengungkapkan gambar cadas prasejarah merupakan salah satu warisan nenek moyang yang masih terjaga sampai sekarang. Saat ini kitalah yang bertanggung jawab terhadap kelestariannya di masa yang akan datang. Namun, saat ini belum seluruh gambar cadas prasejarah di Indonesia telah didokumentasi dan dilesatrikan dengan baik.

Sementara itu, tempatnya yang sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan dalam pelestarian cagar budaya ini. "Upaya yang dilakukan untuk melestarikan cara budaya akan berdampak pada keberadaan Cagar Budaya Indonesia dimasa depan. UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya mengamanatkan bahwa cagar budaya perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan," kata Anies.

Pameran "Gambar Cadas Prasejarah di Indonesia" merupakan salah satu implementasikan dari visi dan misi pembangunan kebudayaan Indonesia yang berupaya untuk mewujudkan kebudayaan yang mandiri dan bermartabat dengan menekankan pada pengembangan sumber daya kebudayaan dan meningkatkan pelestariannya demi memperkuat ketahanan budaya bangsa dan memanfaatkan bagi masyarakat luas.

"Oleh karena itu, untuk menyebarluaskan informasi tentang nilai penting gambar cadas dan pelestariannya ini, diselenggarakanlah kegiatan pameran yang akan berlangsung mulai tanggal 12-20 September 2015 di Bintaro Xchange Mall. Kata, Anies, untuk memeriahkan pameran juga diselenggarakan beberapa kegiatan pendukung, yaitu acara talk show, workshop membuat layang-layang, dan pemutaran film," ujarnya.

Anies, mengatakan keseluruhan rangkaian ini dimaksudkan untuk membangun apresiasi masyarakat dari berbagai bidang ilmu dan berbagai usia. Selain itu juga dapat menjadi salah satu upaya edukasi dalam pelestarian cagar budaya di Indonesia, khususnya gambar cadas prasejarah.

Sementara itu, cagar bukan milik pemerintah, perorangan atau sekelompok orang, melainkan milik kita semua, Bangsa Indonesia. "Oleh karenanya, pelestarian cagar budaya juga merupakan tanggung jawab kita bersama. Sebagai penerus, tugas kitalah melestarikan cagar budaya agar generasi mendatang masih dapat melihat warisan nenek moyang dan belajar dari kearifan mereka," ungkap Anies. (dade)

Statistik Pengunjung

6717948
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
4955
10960
6717948
IP Anda: 54.80.189.255

Facebook