JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 24 April 2018

BEKASI, Kabarsebelas.com - Di duga akibat keracunan makanan dari Catering sebanyak 57 karyawan PT AHM Astra Cibitung yang Bekerja pada sip I terpaksa mendapatkan perawatan medis, bahkan ada diantaranya sekitar 7 orang kini terpaksa masuk RS Hermina Cibitung mendapatkan perawatan medis lebih lanjut sejak Jumat kemarin.

"Semua biaya perawatan ditanggung perusahaan, kemungkinan ada dugaan keracunan makanan, tapi lebih pastinya mungkin dokter yang bisa memberikan keterangan," ucap Salim (42) salah satu kerabat korban yang merupakan salah satu karyawan yang bekerja di PT AHM Astra Cibitung, Kepada kabarsebelas.com, Selasa (6/10).

Dari kejadian tersebut beruntungnya tidak ada korban jiwa hanya alami pusing dan muntah-muntah, namun setelah mendapatkan perawatan medis satu persatu korban dipersilahkan pulang dan beristirahat di rumah masing-masing.

Sementara itu anggota komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno saat dikonfirmasi terkait hal itu Menanggapi pemberitaan dugaan keracunan makanan katering yang menimpa 57 pekerja PT.AHM, maka ia sampaikan bahwa, Pertama terkait Fasilitas Makan bagi pekerja/buruh sudah diatur dalam Perda No.06 tahun 2001 tentang Fasilitas Kesejahteraan bagi pekerja. Fasilitas makan, Fasilitas Ibadah dan Fasilitas Transportasi (jemputan) bagi pekerja, dan lain-lain menjadi tangung jawab setiap Perusahaan. Setiap perusahaan Wajib menyediakan Fasilitas Kesejahteraan bagi pekerja sebagaimana diatur dalam Perda No.06 tahun 2001.

"Fasilitas makan sebagaimana diatur di Perda artinya adalah dari mulai menyediakan tempat (ruang makan) bagi pekerja sampai dengan penyediaan makan bagi pekerja menjadi kewajiban semua perusahaan di Kabupaten Bekasi,"ungkapnya.

Bahkan sambungnya, Jika ada perusahaan yang tidak menyediakan fasilitas makan bagi pekerja, bisa diantisipasi dengan mengganti dengan uang makan, tetapi harus disepakati terlebih dahulu dengan pekerjanya.

"Untuk itu terkait pemberitaan dugaan keracunan makan katering yang menimpa 57 pekerja PT.AHM maka itu menjadi tanggung jawab Pihak Perusahaan. PT.AHM harus bertanggung jawab terhadap kejadian itu, juga pihak ketiga selaku penyedia fasilitas makan (katering) di PT.AHM turut serta bertanggung jawab," ujarnya.

Bahkan menurutnya, Apabila dilihat dari segi hukum misalnya, apabila dampak dari keracunan makanan (katering) tersebut sampai memakan korban jiwa meninggal dunia misalnya, maka ada konsekuensi Pidana Pasal 359 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Artinya ada konsekuensi hukuman penjara 4 tahun kalau tidak salah bagi siapa yang terbukti bersalah jika sampai terjadi hilangnya nyawa pekerja karena kejadian keracunan makanan (katering), sedangkan pasal 55 KUHP adalah pasal "turut serta", yang artinya siapa juga yang ikut terlibat (misalnya penyedia makanan/katering), bisa masuk dugaan turut serta terlibat. Itu sebagai gambaran saja jika sampai ada korban meninggal dunia.

"Kemudian saya juga mendesak kepada Pihak Perusahaan PT.AHM dan seluruh perusahaan yang ada di Bekasi agar menyediakan fasilitas makan (katering) bagi pekerjanya, dengan memperhatikan kualitas gizi dan higienis makanannya. Izin pihak ketiga sebagai penyedia makanan (katering) harus lengkap serta jaminan kualitas dan higienis makanan sesuai standar kesehatan," katanya.

 

Bahkan menurutnya, pihaknya meminta kepada semua perusahaan membentuk semisalnya sebuah Komite Fasilitas Makan di semua perusahaan, komite tersebut minimal berisikan perwakilan pihak perusahan dan perwakilan pihak pekerja. Yang bertugas memantau dan menunjuk penyedia fasilitas makanan bagi pekerja, sampai kepada pengawasan terhadap kelayakan makan yang akan diberikan kepada pekerja. (Cr01)

Statistik Pengunjung

6502301
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
288
14523
6502301
IP Anda: 54.161.108.58

Facebook