JS Financial News - шаблон joomla Новости
Jumat, 27 April 2018

CIREBON, Kabarsebelas.com – Siapa sangka, sekelompok mahasiswa yang ingin membawa aspirasi ke kantor DPRD terkait soal aktivitas batu bara, ternyata unjuk rasa mahasiswa harus berakhir baku hantam. Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Cirebon ini menyerukan penolakan aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon, namun setelah petugas kepolisian tersulut emosi sehingga bentrok pun tak terhindari.


Aksi baku hantam petugas kepolisian bermula dari ketika mahasiswa tak terima lantaran kobaran api ban bekas dipadamkan. Pihak aparat kepolisian yang tengah mengawal jalannya aksi, meminta kepada petugas kebersihan DPRD untuk menyiram kobaran api ban bekas yang dibakar mahasiswa.


Suasana aksi pun memanas, mahasiswa yang tak terima lantaran kobaran api ban bekas dipadamkan, meminta kepada aparat kepolisian meminta melepas baju polisi (simbol pemerintah, red) jika berani menghadapi mahasiswa. Merasa tak terima karena dilontarkan kata-kata kasar, beberapa petugas yang terpancing emosi pun menggeruduk para demonstran, lalu menyeret mahasiswa dan menghadiahi pukulan satu per satu.


Akibat insiden tersebut, dua orang mahasiswa, Prasetya Suka Wijaya dan Ade Saputra mengalami luka serius di bagian wajah setelah mendapat perlakuan represif dari petugas kepolisian. Bahkan keduanya pun harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit. Prasetya mengalami luka di bagian hidung setelah dilempar dengan alat pengeras suara megaphone sementara Ade mengalami luka memar di bagian wajah.


Aksi demonstrasi berujung ricuh di kantor DPRD, justeru tidak diketahui anggota DPRD yang tengah melangsungkan rapat di aula Griyasawala. Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno mengaku tahu ada aksi demonstrasi ricuh setelah aksi dibubarkan. Bahkan, dirinya mengaku diberitahu lebih dulu oleh pihak kepolisian perihal ada aksi demonstrasi.


“Saya baru tahu dari Ruslani (red, asistennya) kalau ada aksi ricuh, kami sedang di dalam. Saya tidak tahu kalau mau ada demo, dan tidak ada pemeberitahuan sama sekali. Biasanya pun kalau ada yang demo, saya temui langsung,” ujar Edi.


Terkait insiden kericuhan aksi demonstrasi, Polres Cirebon Kota melakukan olah TKP. Pantauan di lapangan, tim identifikasi Polres Ciko tegah memintai keterangan kepada sejumlah saksi untuk memastikan kronologis penyebab kericuhan tersebut. Menurut informasi yang berkembang, tim kepolisian sudah mendapat sejumlah saksi untuk dimintai keterangan penyebab aksi berujung ricuh tersebut.  (din)

 

Statistik Pengunjung

6530564
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5137
42786
6530564
IP Anda: 107.22.48.243

Facebook