JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 23 Januari 2018

JAKARTA, Kabarsebelas.com - Angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang mencapai kurang lebih lima juta jiwa merupakan fenomena gunung es. Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang terbuka dan jumlah penduduk yang besar. Ini merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional.


Presiden Joko Widodo, mengatakan mereka dapat masuk ke Indonesia karena banyaknya pintu masuk semacam 'jalur-jalur tikus'. Sementara itu, jumlah penduduk yang besar dijadikan pasar terbesar di Asia Tenggara.

"Untuk itu, rapat terbatas guna membahas masalah narkoba," katanya, Rabu (24/2), di Kantor Presiden, Jakarta.


Saya ingin agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, yang lebih berani lagi, yg lebih gila lagi, yg lebih komprehensif lagi dan dilakukan secara terpadu.


Pertama, sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi.

"Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame," ujarnya.


Kedua, nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba.

“Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat,” ungkap Jokowi.


Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana.

“Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun Di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita,” kata Jokowi.


Keempat, Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda.


Kelima, perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba.

“Sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap Lapas, terutama Lapas narkoba itu betul-betul harus dilakukan," ujar Jokowi.


Sementara itu, bahkan Presiden meminta agar dilakukan pengecekan secara rutin di lapas-lapas tersebut.

“Saya kira mungkin bisa sebulan dua kali, sebulan sekali lapas itu harus dicek secara mendadak baik oleh BNN dengan Polri dan dibackup oleh TNI. Karena menurut saya peredaran di situ mungkin lebih dari 50 persen peredaran yang ada,” katanya.

 


Keenam, terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. program rehabilitasi harus  berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus. (dade)

Statistik Pengunjung

5872541
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
912
15863
5872541
IP Anda: 54.83.81.52

Facebook