JS Financial News - шаблон joomla Новости
Jumat, 27 April 2018

Karawang, kabarsebelas.com - Guna melancarkan operasi imbangan KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang akan dilaksanakan 6-7 Maret 2016 di Jakarta, Kasdam III Siliwangi, Brigjen TNI Wuryanto memimpin apel gelar pasukan Subsatgas Pamwil Korem 063/Sunan Gunung Jati.

Apel pasukan dipusatkan di Kodim 0604 Karawang pada Selasa (1/3), Yang hadir dalam acara tersebut selain jajaran TNI dibawah komando Korem III/Sgj juga, diikuti pula oleh jajaran Kepolisian, pasukan Dinas Perhubungan.

Wuryanto Kasdam III/SGJ menyampaikan pada hari ini di Monas dan beberapa daerah lain juga dilaksanakan apel gelar pasukan serupa menjelang KTT OKI. Semua ini dilakukan untuk melihat kesiapan seluruh kesatuan tugas operasi pengamanan, guna memberi kenyamanan dan kepastian pada pelaksanaan KTT OKI.

KTT OKI tahun ini, Indonesia sebenarnya bukan menjadi tuan rumah, tetapi Negara Maroko. Namun, Maroko tidak sanggup menyelenggarakan KTT OKI karena keamanan di negaranya tidak kondusif. Hanya Indonesia yang menerima KTT OKI tahun ini dilaksanakan, sebagai tuan rumah.

Negara Maroko sedang memperjuangkan Masjidil Aqsha Palestina, sehingga negara ini tidak merespon jadi tuan rumah KTT OKI. Jika Maroko jadi tuan rumah KTT OKI,   Israel akan terganggu dan kemungkinan akan menggagalkan KTT ini.

Atas dasar itu "Maka TNI ditunjuk sebagai pengamanan VVIP KTT OKI diharap mampu melaksanakan pengamanan dengan sebaik-baiknya, keamanan ini pun sudah diperhitungkan dalam dan luar negeri," ujar Kasdam III.

Di KTT OKI ini berbagai kemungkinan bisa terjadi, seperti  ancaman delegasi negara dan kepala negara dari 55 anggota KTT yang hadir, mungkin ancaman itu tidak bisa dilaksanakan di negaranya dan akan dilakukan  di  Indonesia.

Pengamanan juga ditingkatkan untuk seluruh penyelenggara OKI dan peninjau, sehingga akan ada 55 kepala negara hadir. Sampai kemarin dikonfirmasi akan hadir 29 kepala negara yang akan hadir, ditambah 4 negara peninjau dan dipastikan 65 negara yang akan mengikuti KTT OKI di Jakarta ini.

"Dari 65 negara yang hadir, tentunya ancaman akan sangat banyak, maka Panglima TNI menginginkan pengamanan maksimal di seluruh wilayah Indonesia, sebab jika ada kejadian akan mempengaruhi citra Indonesia," jelasnya.

Dengan demikian, wilayah Korem 063/SGJ, khususnya Karawang dan sekitarnya, meski hanya operasi imbangan tetap sangat berpengaruh terhadap keamanan di Jakarta.

Sebagai contoh kejadian bom Thamrin Jakarta,   pelakunya berkaitan dengan Jawa Barat, sehingga peran pelaksanaan operasi imbangan ini jangan hanya diartikan santai, seluruh pasukan yang terlibat dalam operasi ini sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan KTT.

"Saya harap seluruhnya betul-betul melaksanakan tugas sesuai yang diemban masing-masing (personel TNI, red)," ucapnya.

Terakhir di tekankan bahwa kegiatan yang perlu dilaksanakan Korem dan Kodim adalah memantau semua kegiatan di wilayahnya. Informasi sekecil apapun harus dianalisis dan terdeteksi sejak awal.

"Sehingga pimpinan yang berwenang bisa melakukan pencegahan dan ancaman yang akan timbul di wilayah kita akan teratasi sejak awal," ucapnya.

Apel pasukan ini diikuti Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dan Wakil bupati Ahmad  Zamakhsyari, Muspida Karawang antara lain  Kapolres Karawang AKBP A.M Dicky, juga Danrem 063 Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Sutjipto.(Ryo)

Statistik Pengunjung

6530798
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5371
43020
6530798
IP Anda: 107.22.48.243

Facebook