JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 17 Juli 2018

Bekasi, kabarsebelas.com - Dalam beberapa pekan ini, gonjang-ganjing persoalan Tim Pelestari Cagar Budaya (TPCB) Kabupaten Bekasi cukup menarik banyak perhatian, pasalnya Tim tersebut telah digugat oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM ) yang ada di Kabupaten Bekasi atas dasar kesalahan pada nomenklaturnya. Dan sekarang nasib TPCB tersebut telah resmi di nonaktifkan oleh Bupati Bekasi.

Menyikapi hal tersebut, salah satu tokoh pemuda Pebayuran pun angkat bicara, dirinya mengungkapkan jika memang ada kesalahan pada nomenklatur atau lain sebagainya, maka keputusan Bupati untuk menonaktifkan TPCB itu dianggap sudah cukup tepat.

“Kalo emang ada kesalahan, Bupati Bekasi harus segera ambil sikap, dan itulah langkah yang paling tepat.” Tagas Haerudin Malik

Heru pun sempat geram jika ada pihak yang mengatakan bahwa TPCB itu tidak bekerja, karena menurutnya beberapa bulan yang lalu dirinya pernah didatangi TPCB Kabupaten Bekasi untuk dimintai keterangan sekaligus mengantar TPCB ke beberapa lokasi Cagar Budaya yang ada di Pebayuran.

Dan ia pun menambahkan “Gua kadang suka kesel kalo ada orang yang ngomong sembarangan, ampe berani bilang TPCB kaga ada kerjaanya, itu semua bohong... Nih ya gua bilangin TPCB itu udah berusaha bekerja dengan baik, beberapa bulan yang lalu gua didatengin Bang Komar (anggota TPCB) buat minta keterangan sekaligus dateng ke makam uyut gua, yaitu KH. Salib Aliyudin dan Serajah Rante Kapal Terong Peot di Kobak Rante, gua ada nih foto dokumentasinya kalo ada yang bilang TPCB kaga ada kerjaanya suruh ngadep ke gua aja, OK.” Tandas Heru dengan nada kesal.

Disinggung dengan adanya statement dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang menyinggung tentang kinerja TPCB, Heru pun mengatakan bahwa ungkapan Anggota DPRD tersebut terlalu berlebihan.

“Kan tadi udah gua bilang, intinya gua secara pribadi keberatan kalo ada bilang TPCB itu kaga ada kerjaanya. Gua sering bolak balik ke ruangan Kabid DIPARBUDPORA dalam rangka menindaklajuti inventarisir data cagar budaya yang ada di Kampung gua, silakan dah tanya pak Nengkin. ”Paparnya.

Pemuda yang juga aktif diberbagai kegiatan sosial ini pun mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait yang telah menunjukan kepeduliannya terhadap cagar budaya yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Sebagai bocah Bekasi yang resep budaya, gua sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang udah menggagas sehingga bisa dilahirkannya Perda Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pelestarian Cagar Budaya, Jas Merah, itu saja ya boss. “ Tuturnya.

 

Mantan Ketua Karang Taruna Kecamatan Pebayuran ini pun mengakui bahwasanya keberadaan TPCB sangat penting, karena kondisi Bekasi yang sangat heterogen dan budaya era modernisasi semakin sulit untuk dibendung, terlebih kata Heru, hari ini sudah banyak orang yang seolah-olah malu dengan budayanya sendiri, dirinya berharap dengan lahir Perda Cagar Budaya  bisa sebuah antitesa untuk bisa melestarikan budaya yang ada di Bekasi. (Ags)

Statistik Pengunjung

7168768
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
4289
20297
7168768
IP Anda: 54.198.77.35

Facebook