JS Financial News - шаблон joomla Новости
Kamis, 16 Agustus 2018

KARAWANG,  KABARSEBELAS.COM -PT. Glico Wings dengan hasil produksi Ice Cream berlokasi di desa Wanajaya Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang di gruduk oleh warga Wanajaya. Ratusan warga yang kebanyakan kaum muda dengan didampingi tokoh masyarakat berbondong bondong melakukan aksi demo dan melakukan pemblokiran jalan masuk ke PT.  GLico Wings sambil berorasi. 

 

Puluhan aparat kepolisian resort Karawang dan Polsek Telukjambe Barat disiagakan untuk menjaga Aksi demo agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi.  

 

Maman Nuryaman Koordinator aksi demo mengatakan, aksi ini dilakukan oleh warga lantaran pihak perusahaan telah mengabaikan kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya oleh pihak perusahaan dengan pemerintahan Desa Wanajaya, Karang taruna dan tokoh masyarakat Wanajaya terkait tenaga kerja. 

 

"Kami warga Wanajaya mengajukan Lima poin tuntutan terhadap perusahaan," kata dia, saat diwawancari sejumlah media. 

 

Poin Pertama perusahaan harus memprioritaskan tenaga kerja dari Desa Wanajaya, Poin Kedua pihak perusahaan dapat lebih meningkatkan perekonomian di desa Wanajaya, Poin Ketiga perusahaan dapat mentaati kesepakatan yang telah disepakati bersama sebelumnya. 

 

Poin ke Empat perusahaan kooperatif melakukan konfirmasi apabila karyawan asli dari desa Wanajaya berakhir kontrak kerja dibina dan diberi kesempatan kerja kembali dan poin ke Lima agar adanya perubahan pengangkatan kerja dari kontrak kerja outsourcing ke kontrak kerja perusahaan. 

 

Maman menegaskan aksi ini dilakukan karena pihak perusahaan tidak pernah menanggapi tuntutan apa yang disampaikan oleh warga melalui surat dan pihak perusahaan banyak melanggar poin-poin penting kesepakatan yang sudah disepakti.  

 

"apa yang telah kita sampaikan dalam tuntutan tadi, telah dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan kepala desa, sekretaris desa, Polsek Telukjambe Barat tokoh pemuda dan masyarakat serta Babinsa dan Babinmas desa. 

 

Pihak perusahaan akan memberikan jawaban pada tanggal 2 Oktober mendatang. Namun jika nanti pihak perusahaan tidak ada jawaban yang konkrit warga mengancam akan melakukan aksi demo yang lebih banyak lagi, yang lebih besar lagi dan akan menutup saluran pembuangan limbah, baik yang melalui kali maupun yang melalui pralon pembuang tegas Maman. (Rakiyo)

 

 

Statistik Pengunjung

7383863
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
3120
41633
7383863
IP Anda: 54.81.196.35

Facebook