JS Financial News - шаблон joomla Новости
Rabu, 15 Agustus 2018

KABARSEBELAS.COM – Mudik di Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Mereka pulang ke kampng halaman demi merayakan Lebaran bersama keluarga besar di kampung halaman. Tidak heran, sejak beberapa hari lalu beberapa pemudik sudah memadati bandara, stasiun dan ruas jalur mudik.

 

Untuk menghadapi suasana mudik yang hari ini diperkirakan menjadi puncak arus mudik, ada sebaiknya calon penumpang memperhatikan kondisi tubuh dan kondisi jalan, terutama bagi mereka yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik. 

 

Berikut ini beberapa tips nyaman dan aman bagi para calon pemudik yang akan pulang ke kampung halaman masing-masing dari Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek

 

1. Tahu kondisi kesehatan

Menkes, menjelaskan perjalanan selama mudik pasti akan melelahkan belum lagi kepadatan yang mungkin akan terjadi. Mengingat saat ini telah memasuki puncak arus mudik, untuk itu ia mengingatkan untuk mempersiapkan diri.

 

"Tahu diri kita sehat dulu, jika lelah istirahat jangan terlalu panjang berkendara, mobil maksimal 4 jam dan motor maksimal 2 jam kemudian istirahat," kata dia di Jakarta.

 

Dia pun menyebut pihaknya telah menyediakan akupresur gratis di beberapa pos kesehatan. Akupresur merupakan salah satu jenis atau cara perawatan kesehatan tradisional yang dilakukan melalui teknik penekanan di permukaan tubuh pada titik-titik akupuntur dengan menggunakan jari atau bagian tubuh lain, atau alat bantu yang berujung tumpul dengan tujuan untuk perawatan kesehatan.

 

2. Mengonsumsi air mineral cukup

Beberapa waktu lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi suhu tinggi yang akan terjadi selama musim mudik lebaran. BMKG pun memprediksi suhu bisa mencapai 30 derajat celcius pada siang hari, dan 26 hingga 28 derajat di malam hari.

 

Dia menyarankan agar para pemudik harus banyak mengonsumsi air mineral yang cukup. Hal ini karena kata dia, suhu tinggi pada siang hari bisa memicu penguapan air dalam tubuh sehingga menyebabkan terjadinya dehidrasi.

 

"Efek suhu tinggi akan menyebakan penguapan air dalam tubuh, pemudik yang berpuasa harus memperhatikan asupan cairan tubuh pada saat mulai sahur hingga berbuka. Minimal minun 8 gelas air, jangan minum-minuman manis, soda tetapi air mineral," kata dia

 

3. Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang merangsang buang air kecil

Salah satu hal yang umum terjadi ketika melakukan perjalanan jauh, adalah berhenti di rest area untuk buang air kecil. Namun, mengingat kemungkinan terjadinya macet di area tol membuat seseorang menahan untuk buang air kecil. Tidak masalah jika Anda tidak terjebak pada kemacetan dan bisa langsung ke rest area untuk buang air kecil.Dirjen Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo menjelaskan agar masyarakat tidak menahan buang air kecil.

 

"Kalau pengen pipis, pipis. Pipis itu kan setiap 4 jam jadi bisa sudah diperkirakan (ancang-ancang)," ujarnya.

 

Untuk masyarakat yang termasuk tipikal "beser" dia menyarankan menggunakan popok (diapers). Selain itu, masyarakat bisa mengurangi mengonsumsi teh atau kopi yang dapat merangsang buang air kecil.

 

4. Jangan stres

Menkes menghimbau agar pengemudi jangan stres ketika terjebak macet, terutama mudik menggunakan kendaraan pribadi.

 

"Jangan stres, kasihan pengemudi jadi enggak fokus," ujarnya.

Untuk itu, kata dia bisa menciptakan suasana yang nyaman salah satunya adalah mendengarkan musik.

 

5. Pemudik bisa menggunakan obat tetes mata

Masyarakat yang terjebak lama di dalam mobil, salah satu kondisi yang sering dialami adalah mata menjadi kering karena terlalu lama terkena AC. Menkes pun tidak mempermasalahkan pemudik menggunakan obat tetes mata.

 

"Boleh (pakai obat tetes mata), karena AC membuat mata kering. Tetes obat mata setiap jam tidak masalah karena enggak ada efeknya," ujarnya.(Red)

Statistik Pengunjung

7373309
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
670
31079
7373309
IP Anda: 54.198.96.198

Facebook