JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 22 Mei 2018

KARAWANG, KABARSEBELAS.COM - Naas nasib Riki, Anak berusia 8 tahun yang baru duduk kelas 2 SDN Dewisari 2 Kecamatan Rengasdengklok ini anak ke 3 dari keluarga joni dan uwat yang beralamat didusun pacing selatan desa dewisari kecamatan Rengasdengklok Karawang, Terpanggang sebatang pohon pete yang berada disamping warung orang tuanya tempat  berjualan. Korban terpeleset sehabis makan sehingga tertusuk dari leher tembus ke mulut. Rabu 21/03/2018.

 

Menurut keterangan Ramdani tetangga orang tua

KARAWANG, KABARSEBELAS.COM-  Incenerator pembakaran sampah domestik yang sudah lama menjadi bangkai akhirnya digunakan untuk pembakaran sampah di wilayah kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Sedangkan biaya perbaikannya mencapai 50 juta.

 

“Dalam satu jam mampu memusnahkan satu kuintal sampah domestik kering, sedangkan kalau sampah basah hanya dua puluh kilogram sampah selain itu incenerator ini menggunakan bahan bakar solar” kata Robinson teknisi inceneratror. Selasa/20/03.

 

Selain itu ia pun menyampaikan alat pembakaran sampah

KARAWANG, KABARSEBELAS.COM- Direktur  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang melalui wakilnya akan membuat surat edaran ditempel di mading yang isinya “buang sampah pada tempatnya” agar tidak tercampur dengan sampah lainnya, namun sangat disayangkan dirut RSUD tidak memberi sanksi tegas pada pegawai, perawat, dokter yang membuang sampah medis sembarangan. 19/03/18.

 

Saat ditemui di ruangan  kerjanya Wakil Direktur RSUD Karwang, Tata menyampaikan bahwa pihak RSUD akan memberikan surat edaran tentang

KARAWANG, KABARSEBELAS.COM- Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Klinik Dr DIDIT di Jalan Karyabakti, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang disinyalir menyalahi aturan. Pasalnya pembangunan klinik yang sudah berdiri  tersebut bagian depannya berdiri diatas drainase. Minggu/18/03/18.

 

“Perijinan KLINIK dr DIDIT patut dipertanyakan dikarenakan  bagian depan dari klinik tersebut berdiri diatas drainase padahal secara aturan, kan tidak boleh, tapi  kenapa ijinnya bisa terbit” kata salah satu warga Desa Renasdengklok Utara yang

KARAWANG, KABARSEBELAS.COM- Lebih Kurang 100 Kepala Keluarga di Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang terancam gulung tikar dikarenakan tanah atau bahan baku yang diambil dari bantaran sungai Citarum tidak boleh diambil lagi, sehingga membuat pengrajin batu bata terancam kehilangan pekerjaan. Kamis/15/03.

 

Terancam kehilangan pekerjaan dan penghasilan para pengrajin batu bata tersebut disampaikan oleh kepala Desa karyasari yang menjelaskan bahwa mereka mengambil bahan baku dari pinggir sungai Citarum  bukan dari pinggir

Statistik Pengunjung

6726144
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5003
19156
6726144
IP Anda: 54.224.91.58

Facebook