JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 19 Maret 2019

Kang Jimmy Saat Memberikan Pesat Kepada Bobotoh
 
Garut, Kabarsebelas.Com - Untuk mengantsipasi terjadinya anarkisme bentrok antar suporter, hingga menyebabkan terjadinya korban jiwa, Viking Persib Club melakukan gebrakan baru, dengan mengintruksikan kepada seluruh Bobotoh untuk menghentikan semua nyanyian yang berbau rasisme di stadion setiap kali Persib Bandung berlaga.
 
Pembina Viking Persib Club, Kang Jimmy, saat menyampaikan materi 'Say No to Racism' di kegiatan silaturahmi pengurus Viking Persib Club dengan perwakilan 6 distrik (Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar, Garut dan Karawang), di Aula GOR Panyawangan Sinarsari, Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (16/2).
 
Dikatakan Kang Jimmy, nyanyian yang berbau rasis dalam setiap kali Persib Bandung berlaga sama sekali tidak ada manfaatnya. Hanya menimbulkan kisruh antar supporter sepak bola sampai dengan menyebabkan korban jiwa.
 
"Mau sampai kapan kita bermusuhan antar supporter sepak bola, mau sampai kapan seperti ini? kita enak-enak saja teriak-teriak nyanyi lagu rasis di stadion, tanpa memikirkan nasib kawan kita supporter di daerah lain sepulangnya nonton Persib. Selama masih ada nyanyian rasis di stadion, sampai kapanpun akan terus terjadi bentrok antar supporter, hingga menyebabkan terjadinya korban, " ucap Kang Jimmy, di hadapan ratusan pengurus dan angggota distrik yang hadir.
 
 
Tidak ada nyanyian rasismen di Stadion ataupun hal hal yang bisa memicu ketersinggungan suporter lain, bukan berarti merendahkan martabat Bobotoh di hadapan lawan dengan disebut 'elehan' pecundang. Tapi hal inilah yang harus dilakukan para Bobotoh agar Viking ke depan lebih elegen, dihormati dan disegani.
 
"Ieu lain karena urang elehen (ini bukan karena kita pecundang). justru nanti orang akan melihat dan menilai sendiri bahwa Bobotoh ke depan patut disegani. Mau sampai kapan kita menjadi supporter yang selalu bernyanyi rasis, sehingga dampak negatifnya menimpa kawan-kawan kita sendiri (Bobotoh) di daerah lain," kata Kang Jimmy.
 
Dikatakan Kang Jimmy, kegiatan sosialisasi dan silaturahmi dengan tema 'Say No to Rasicm" Acara ini hanya akan digelar untuk Bobotoh di wilayah priyangan, melainkan juga digelar di daerah pengurus distrik yang lainnya.
 
"Ayo penuhi stadion lagi tanpa harus ada nyanyian ataupun teriakan rasisme. Kalian cinta Persib, saya juga sama. Tapi alangkah indahnya kecintaan terhadap Persib tersebut tidak dibarengi dengan nyanyian atau teriakan rasisme saat Persib berlaga. Jangan sampai fanatisme sepak bola kita mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan," kata Kang Jimmy.
 
Dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi 'Say No to Rasicm' ini juga dilakukan sesi tanya jawab. Salah seorang perwakilan Ditrik Ciamis bertanya, bagaimana caranya Viking di setiap kabupaten bisa dihargai pemerintah, sehingga bisa melakukan kegiatan sosial-kemasyarakatan seperti Viking di Karawang?.
 
"Kalian pengurus di setiap distrik harus pastikan kompak terlebih dahulu. Selanjutnya, kalian harus mulai aktif di dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Kemudian, setiap kali ada persoalan masyarakat seperti rumah warga miskin yang tidak layak huni, warga miskin sakit yang butuh bantuan dan persoalan masyarakat lainnya, maka di situ kalian harus hadir untuk ikut membantu," terang Kang Jimmy.
 
Seandainya pemerintah setempat tidak tanggap atau tidak peduli atas persoalan kemasyarakatan tersebut, maka kalian harus kompak mengkritisinya. Selama ini Viking tidak dihargai pemerintah karena dianggap hanya sekedar supporter sepak bola. 
 
"coba bayangkan jika Viking juga hadir dalam setiap persoalan kemasyarakatan, maka insya Allah kita akan lebih dihargai," pungkas Kang Jimmy.(moy)

Statistik Pengunjung

8596200
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
2860
16141
8596200
IP Anda: 54.90.204.233