JS Financial News - шаблон joomla Новости
Senin, 18 Juni 2018

DEPOK, Kabarsebelas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud), menekankan agar bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia tapi Menteri lain menghapus persyaratan bahasa Indonesia bagi tenaga asing di Indonesia. Jadi kita ingin membuat bahasa Indonesia lebih kaya, sehingga bahasa Indonesia makin diperhitungkan untuk percakapan internasional dengan demikian bisa menjadi bahasa internasional.


Menteri Anies Bawesdan, mengatakan jadi tanggung jawab kita adalah memperkaya, lalu memperkenalkan.

"Pengajar bipa, itu memperluasnya mempromosikannya, kita di badan bahsa mengembangkan bahasanya jad keduanya kita jalankan, lalu bagaimana dengan peraturan tenaga kerja asing, kalau saya melihat ini bukan sesuatu yang kontradiktif," katanya, Selasa (23/2), saat penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK), di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemendikbud Ciputat Bojongsari, Sawangan, Depok, Jawa Barat.


Sementara itu, Karena memang ketika kita mau mendorong bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, bagian kita memperkaya, mengenalkan lalu Indonesia membtuhkan percepatan pembangunan ekonomi dan percepatan pembangunan ekonomi ini membutuhkan banyak sekali orang-orang juga yang dari dunia internsional tujuannya semata-mata percepatan pembangunan ekonomi bila proses belajarnya bahasa Indonesia dulu baru kemudian mereka bisa bekerja disini.


Anies, menjelaskan maka proses percepatan itu tidak bisa berlangsung karena justru kita melakukan jadi lebih lambat tetapi saya yakin mereka yang datang ke Indonesia berarti langsung belajar bahasa Indonesia, kemudian proses belajarnya itu karena memang kebutuhan tapi intinya pemerintah tidak ingin proses percepatan pembangunan ekonomi justru terhambat karena faktor bahasa.


"Kalau kita mengajarkan anak-anak bahasa internasional jangan dianggap mengurangi nasionalisme jadi itu dua hal berbeda bahasa Indonesia harus dikuasai tiap anak, bahasa Indonesia harus jadi bahasa internasional tapi juga kita harus mengajarkan anak-anak kita kalau bisa kita mengajarkan anak-anak, itu tiga bahasa dan dia menguasai bahasa daerah, menguasai bahasa nasional dan bahasa internasional," ujarnya


Anies, mengatakan jadi sekarang ini kita harus mulai menegaskan bila orang Surabaya bisa berbahasa Jawa-bahasa Indonesia dia tidak kehilangan kejawaannya, orang Indonesia bisa berbahasa internasional dia tidak kekurangan keindonesiaannya.

 

"Di dalam pengaturan penulisan dll di indonesia kita harus menggunakan bhs indonesia yg benar, saya palig gemes liat angka harga IDR, Indonesia itu Rp, emangnya kita di negeri siapa, krn itu kalau anda liat foto dan twit nanti kt akan buat penegasan aturan kita menggunakan penulisan bhs indonesia yg benar," katanya. (dade)

Statistik Pengunjung

6945454
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
8108
15406
6945454
IP Anda: 54.158.15.97

Facebook