JS Financial News - шаблон joomla Новости
Minggu, 22 Juli 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM - Koordinator CBA (Center For Budget Analysis), Uchok Sky Khadafi mengungkapkan, mengenai adanya temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat sebesar Rp.2.1 Miliar untuk pemasangan instalasi listrik (Mechanical Elektrik) pada anggaran tahap III yang di alokasikan dalam APBD Perubahan, diduga penggunaan anggaran tersebut tidak jelas. Sebaiknya jika benar adanya, maka temuan ini bisa di jadikan pintu masuk pihak penegak hukum untuk menyelidiki kemana aliran uang tersebut.

"Diduga ada uang yang tidak jelas, uang tersebut bisa dijadikan barang bukti untuk pintu masuk oleh Kejari Bekasi maupun Kejati Jawa barat untuk menelisik aliran dana yang jadi temuan BPKP Jawa Barat," ujarnya yang di hubungi via seluler.

Menurutnya, temuan BPKP Jabar bisa dijadikan pintu masuk ke sejumlah pihak yang terlibat dalam penggunaan anggaran tendensiusnya Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Bekasi harus segera memanggil dan memeriksa siapa siapa saja yang terlibat dalam penggunaan anggaran mulai dari tahap perencanaan sampai kepada penggunaan.

"Jika nantinya ada temuan dinas mana yang menggunakan, maka dinas ini yang bertanggung jawab. Maka siapa yang menikmati, siapa yang merencanakan sampai siapa yang menyerap," tegasnya.

Sambungnya, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Bekasi bisa memanggil siapa saja apakah itu kepala dinas maupun Bupati nya. karena pemeriksaan dan permintaan keterangan bisa jadi pintu awal bagi aparat penegak hukum untuk mengembangkan temuan BPKP Jawa Barat terhadap penggunaan anggaran tahap III pembangunan Islamic Center.

"Pemanggilan pihak-pihak terkait seperti Mantan Kepala Dinas dan Bupati maupun lainnya bisa dilakukan penegak hukum jika dirasa memang di perlukan untuk meminta keterangan dari temuan BPKP Jabar tadi," tuturnya.

Saat disinggung, apakah akan ada tersangka baru dalam kasus Islamic Center, tambah Uchok, itu ranahnya penegak hukum di wilayah cikarang bagaimana keseriusannya saja untuk menyelidiki lebih dalam kasus temuan BPKP Jabar.

"Tinggal dari penyidiknya saja untuk menetukan ada tidaknya tersangka baru dalam temuan BPKP Jabar," pungkasnya. (dk)

Statistik Pengunjung

7209474
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5351
5351
7209474
IP Anda: 54.224.103.239

Facebook