JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 18 Agustus 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM-- Kabupaten Bekasi dalam beberapa tahun kedepan akan memiliki transportasi masal monorel di wilayahnya. Rencananya, monorel antar kawasan industri tersebut jika tidak ada kendala apapun, akan segera direalisasikan oleh pemerintah pusat pada tahun 2019 mendatang.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih melakukan Feasibility Study (FS) terkait monorel antar kawasan industri tersebut."Masih dalam tahap kajian FS di Bappenas, kami masih menunggu," ujar Kabid Prasarana Wilayah, Bappeda Kabupaten Bekasi, E.Y. Taufik.

Menurut dia, beberapa tahun lalu, Bappenas dan Pemerintah Jepang akhirnya menyepakati untuk membangun monorel di Cikarang sebagai bagian dari solusi memecah kebuntuan permasalahan kemacetan yang terjadi di Kabupaten Bekasi khususnya di 7 kawasan industri utama.

Taufik menjelaskan, pembangunan monorel akan dibiayai oleh Pemerintah Jepang melalui Japan Transportation Planning Asociation (JTPA) sebagai konsorsium dengan anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 21 triliun dengan panjang trase monorel tersebut sekitar 17 kilometer.

Sedangkan rute yang diusulkan tersebut mulai dari Stasiun Cikarang - Jababeka - EJIP - Deltamas - Lippo Cikarang - MM2100 dan jalur monorel ini akan terkoneksi dengan monorel jalur Timur Barat rute Cikarang - Balaraja yang akan dibangun Pemerintah DKI Jakarta."Nantinya harus terkoneksi dengan LRT," katanya.

Bahkan, kata dia, estimasi monorel ini nantinya akan mampu mengangkut 10.000 orang/jam, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan mendorong warga untuk menggunakan transportasi massal ini. Apalagi kedepanya, monorel ini harus melintasi kawasan permukiman padat di Kabupaten Bekasi.

Taufik mengaku, kemacetan di Cikarang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dan pelaku industri. Sebab, ruas jalan yang sudah tak menampung laju pertumbuhan kendaraan di Cikarang, hingga ke jalan-jalan perumahan dan gang kecil hampir setiap hari disesaki kendaraan baik roda dua dan roda empat.

Saat ini, lanjut dia, kami sedang menyiapkan keperluan dan kebutuhan monorel ini mulai urusan administrasinya, sementara pembiayaan semuanya oleh pemerintah Jepang. Kabupaten Bekasi juga diwajibkan menyiapkan lahan dan melakukan upaya pembebasan lahan jika kajianya sudah selesai.

Pembangunan Monorel itu akan menggunakan lahan milik tujuh kawasan industri, dan sekitar 7,7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Bekasi dan masyarakat umum yang akan dibebaskan nantinya. Namun, hingga kini pembebasan belum dilakukan menunggu hasil kajian pemerintah pusat.

Taufik menambahkan, pembangunan monorel itu merupakan permintaan beberapa perusahaan industri milik Jepang di Cikarang. Rencananya, monorel antar kawasan industri ini juga akan dibuat terkoneksi dengan monorel Jakarta-Bekasi."Untuk memecah kemacetan dijalur menuju kawasan Industri," ungkapnya. (Dd)

Statistik Pengunjung

7397734
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
2803
55504
7397734
IP Anda: 54.198.27.243

Facebook