JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 17 Juli 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM--Serapan urusan pekerjaan umum pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Bekasi Tahun 2016  paling rendah dalam lima tahun terakhir. Dari Rp 1.000.569.429.913 yang dianggarkan, hanya Rp 583.914.349.433 atau 58,36% yang dapat terserap. Besarnya uang yang tidak digunakan membuat sisa lebih pembiayaan anggaran ( SILPA ) tidak terbendung.

Urusan pekerjaan umum yang dimaksud dilaksanakan tiga satuan perangkat kerja daerah, yakni Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta Dinas Bangunan.

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban Bupati per lima tahun, anggaran mencapai lebih dari Rp 1 triliun itu dialokasikan untuk 17 program yang dijabarkan dalam 952 kegiatan. Namun, karena minimnya serapan anggaran, banyak pekerjaan infrsatruktur yang tidak dilaksanakan. Hingga tanggal 16 Desember 2016, dalam laporan tersebut, hanya 57,56 % kegiatan fisik yang bisa tercapai.

Hal tersebut disayangkan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Tata Saputra menyatakan, minimnya penyerapan anggaran pada tahun 2016 dikarenakan ketidakmampuan SKPD dalam merealisasikan rencana yang dibuat.

Menurut dia, segala kegiatan yang direncanakan pemerintah berasal dari keinginan masyarakat, baik melalui aspirasi di legislatif maupun masyarakat langsung melalui musyawarah rencana pembangunan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Namun, Tata menyayangkan, aspirasi tersebut gagal direalisasikan dalam bentuk pembangunan. Padahal, menurut dia, segala sesuatu yang telah tertuang dalam APBD harusnya sudah melalui perencanaan yang matang.

 “Ya namanya sudah ada dalam APBD itu sudah jelas penting, tidak sepatutnya memilih mana yang harus diserap terlebih dahulu. Bupati mau tidak mau harus melakukan evaluasi terhadap bawahannya yang tidak mampu dalam penyerapan anggaran. Karena ini setiap tahun terjadi,” ucapnya.

Dalam laporan pertanggungjawaban bupati tercatat, serapan anggaran urusan pekerjaan umum 2016 menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir. Pada 2012, dari anggaran Rp 743,3 miliar, sebanyak Rp 659,4 miliar atau 88,71% anggaran berhasil terserap dengan capaian fisik 74,68%. Serapan anggaran kemudian meningkat pada 2013, dari Rp 812,2 miliar, sebanyak Rp 746,7 miliar atau 91,93% sukses diserap dengan capaian fisik 94,8%.

Kemudian pada 2014, dari Rp 811,06 miliar, sebanyak Rp 744,4 miliar atau 91,78% anggaran terserap dengan capaian fisik 88,61%. Selanjutnya pada 2015, dari total anggaran Rp 1,06 triliun, sebanyak Rp 959,5 miliar atau 89,75% berhasil diserap dengan capaian fisik 90,1%. (dd)

Statistik Pengunjung

7168891
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
4412
20420
7168891
IP Anda: 54.198.77.35

Facebook