JS Financial News - шаблон joomla Новости
Senin, 18 Juni 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM. Warga babelan sudah resah karena sampai saat ini merasakan susahnya memenuhi hak dan kewajibannya sebagai warga untuk mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), sebagaimana diatur dalam Undang-undangan RI nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, bahwa setiap penduduk hanya diperbolehkan memiliki satu KTP yang tercantum nomor induk kependudukan (NIK), dan dengan adanya perubahan menggunakan basis data NIK elektronik, warga kesulitan dalam mengurus segala sesuatu jika belum memiliki e-KTP sebagai syarat identitas yang urgent.

 

Namun sepertinya tidak ada upaya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi untuk menambah alat dan ketersediaan blanko e-KTP, padahal Dirjen Kependudukan Kementerian Dalam Negeri ZUDAN ARIF FAKHRULLOH menyatakan bahwa sudah menyiapkan stok blanko e-KTP dan menjamin ketersediaannya cukup sampai tahun 2018.

 

Enang D (47), mengaku ngantri dari jam 4 sebelum subuh agar kebagian blanko e-KTP, dan sudah 3x ambil cuti kerja cuma buat urus ini, tapi tetep kehabisan stok dan disarankan langsung ke Disdukcapil Pemda.

 

Kepala Seksi Kependudukan Kecamatan Babelan, (Tugina) ketika ditemui Kabarsebelas.com,  sudah menerangkan bahwa persoalan yang ada di kecamatan babelan terkait pelayanan e-KTP adalah ketersediaan blanko yang kurang memadai, dapat dibayangkan jika stok yang ada dan kemampuan mesin cetaknya cuma 60/hari, sementara masyarakat yang ngantri ratusan orang, mana mungkin cukup. "Terangnya" 

 

Satu Fakta yang miris dan berbanding terbalik dengan ungkapan Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri RI yang sudah menjamin cukup sampai tahun 2018, (Sbh)

Statistik Pengunjung

6945470
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
8124
15422
6945470
IP Anda: 54.158.15.97

Facebook