JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 26 Mei 2018

 

BEKASI, KABARSEBELAS.COM--- Direktur Eksekutife Tiksa Institute, Ahmad Djaelani menilai arogansi yang ditunjukan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Risman Tarihoran kepada jurnalis yang sedang melakukan tugas sangatlah menciderai nilai-nilai demokrasi.

 

“Jadi, arogansi semacam itu bukan hanya melukai profesi jurnalis, tetapi juga melukai gerakan pro demokrasi di Indonesia,” kata Ahmad Djaelani, Jum’at (20/10).

 

Sebab, kata dia, konsep demokrasi di Indonesia saat ini bukan hanya ada Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif saja, tetapi juga sudah menjadikan pers/media sebagai pilar ke empat demokrasi. “Arogansi yang dilakukan oleh Kajari sangat membahayakan demokrasi di Kabupaten Bekasi dan Demokrasi,” tegasnya.

 

SEBELUMNYA: Arogansi Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Wartawan Gelar Aksi Buka Baju

 

Ditambahkan olehnya, selain persoalan menciderai nilai demokrasi, arogansi juga menandakan buruknya etika Kajari sebagai pejabat publik, terutama dalam gaya komunikasinya.

 

“Ini persoalan serius, karena jabatan Kajari yang melekat pada Risman tidak hanya sekedar membawa dirinya secara pribadi. Tetapi juga membawa institusi dan lembaganya,” kata Djaelani.

 

Disadari atau tidak, sambungnya, apa yang telah dilakukan Kajari kepada jurnalis bisa semakin menurunkan kepercayaan publik kepada kejaksaan. Apalagi saat ini institusi kejaksaan di Indonesia sedang mendapat sorotan tajam karena banyak terjerat korupsi.

 

“Khusus di Kabupaten Bekasi, kinerja Kejaksaan juga saat ini sedang disorot karena banyaknya dugaan kasus korupsi yang belum diungkap, pada rumput yang bergoyang. Saya tidak ada urusan dengan wartawan… (Soal tugas wartawan yang dilindungi oleh Undang-undang Pers) itu urusan anda,” kata dia. (dd)

Statistik Pengunjung

6764382
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
3739
57394
6764382
IP Anda: 54.224.108.85

Facebook