JS Financial News - шаблон joomla Новости
Kamis, 16 Agustus 2018

Kabarsebelas - Selain guru, orang tua menjadi faktor penentu keberhasilan seorang anak dalam menempuh pendidikan. Pasalnya, pendidikan tidak hanya didapat dibangku sekolah, melainkan, dilingkungan masyarakat juga, terutama keluarga.

Guna mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berprestasi, tentunya banyak faktor penentu yang harus dilakukakan dalam rangka memajukan pendidikan negeri ini.

Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anis Baswedan, mengatakan untuk memajukan pendidikan indonesia, butuh kerja keras dan kerjasama semua kompenen bangsa, mulai dari orang tua, guru masyarakat dan pemerintah.

Oleh karena itu, Anis berpesan kepada seluruh jajaran Kemenbuddikdasmen, agar mempersiapkan diri untuk memajukan pendidikan Indonesia, dia menyadari bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa dilakukan seorang diri, tetapi secara bersama-sama. "Buat gerakan untuk memajukan pendidikan, dan libatkan seluruh kalangan masyarakat untuk berperan dalam memajukan pendidikan di Indonesia," pesannya, saat menghadiri acara silaturahmi jajaran Kemenbuddikdasmen, di Gedung  Kementerian, Senayan Jakarta, Kamis.

Menurutnya, kemajuan pendidikan tak lepas dari tanggungjawab bersama terutama orang tua dirumah, guru disekolah, dan masyarakat dilingkungannya. "Yang paling penting itu rumah. Orang tua harus belajar jadi pendidik yang baik," ujarnya.

Selama ini, tuturnya, seolah-olah pendidikan hanya didapat dari guru yang mengajar disekolah, padahal, diluar sekolah tak kalah penting, untuk membentuk seorang pelajar yang berprestasi. "Untuk itu kita perlu membentuk suatu gerakan massif melibatkan masyarakat, untuk terlibat secara aktif membangun pendidikan Indonesia," imbuhnya.

Selain itu, agar pendidikan maju dan berkembang, pendidikan harus menjadi hal yang menyenangkan, dan bukan sesuatu yang menjadi beban bagi peserta didik maupun orang tua. "Saya dalam seminggu mendapat ribuan sms dari guru, orang tua dan siswa, mereka mengeluhkan persoalan pendidikan,mulai dari soal kesejahteraan guru hingga beban mata pelajaran yang harus dihadapi siswa," beber Anis.

Persoalan yang begitu kompleks, lanjutnya, tentu perlu solusi yang jitu dan komprehensif. Menurut Anis, persoalan tersebut tidak bisa dipecahkan secara parsial dan sebagian. Tidak hanya persoalan guru dan siswa, persoalan kurikulum dan metode belajar-mengajar juga perlu di evaluasi.

"Bukan persoalan Kurikulumnya saja yang perlu dievaluasi, tetapi soal metode mengajarnya juga,  Yang perlu diperbaiki, kalau hanya kurikulum yang dirubah sementara metodeloginya tidak, hal ini akan menimbulkan persoalan baru lagi," katanya.

Upaya untuk memperbaiki metode mengajar ini, lanjut Menbuddikdasmen, diantaranya adalah dengan cara mengundang para ahli metodologi. "Jangan seakan-akan semua ide itu datang dari menterinya," kata dia.

Tak hanya menyoroti persoalan kurikulum dan aspek pengajaran, dia juga menitikberatkan soal etika terhadap guru. "Seminggu lalu saya berkunjung kebekas sekolah saya di Jogjakarta, disana saya mengunjungi guru-guru yang dulu mendidik saya."

Diakuinya profesi guru untuk mencerdaskan anak bangsa teramat sulit, namun, berkat kegigihan dan kerja keras mereka lah, kita menjadi orang yang berhasil. Untuk itu, guru pantas untuk mendapatkan penghormatan lebih dari masyarakat. "Menjelang Hari Guru, datangi dan salami guru yang pernah mengajari kita, sebagai bentuk penghormatan," pungkasnya.

Statistik Pengunjung

7383805
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
3062
41575
7383805
IP Anda: 54.81.196.35

Facebook