JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 23 Januari 2018

JAKARTA, kabarsebelas.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Anies Bawesdan, mengatakan PBP adalah pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah, yang dimulai sejak masa orientasi peserta didik baru sampai dengan kelulusan, dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), dan sekolah pada jalur pendidikan khusus.

Namun, alasan kuat implementasi gerakan penumbuhan budi pekerti adalah upaya untuk menjadikan sekolah sebagai taman untuk menumbuhkan karakter-karakter positif bagi para peserta didik. "Pertumbuhan budi pekerti, lanjut Mendikbud, akan fokus dilakukan melalui kegiatan non kurikuler, selain melalui kegiatan intrakurikuler, dan ekstrakurikuler," kata Anis, Jumat (24/7), saat jumpa pers "Pertumbuhan Budi Pekerti", di Kantor Kemendikbud, Jakarta.

Dia, menjelaskan penumbuhan karakter dilakukan dengan tiga sektor yaitu intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan non kurikuler. Kali ini, fokus melalui jalur non kurikuler, yang biasanya kurang dapat perhatian, padahal berefek besar di dalam kegiatan belajar mengajar anak kita.

Sementara itu, metode pelaksanaan PBP untuk semua jenjang pendidikan disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan peserta didik, dan cara pelaksanaannya bersifat kontekstual atau disesuaikan dengan nilai-nilai muatan lokal daerah pada peserta didik.

"Pada jenjang SMP, SMA/SMK, dan sekolah pendidikan khusus, metode pelaksanaan PBP melalui kemandirian peserta didik, dengan membiasakan keteraturan dan pengulangan, yang dimulai sejak dari masa orientasi peserta didik baru, proses kegiatan ekstrakurikuler, intrakurikuler, sampai dengan kelulusan," ujarnya.
Sedangkan, pada jenjang SD, metode pelaksanaan akan berupa mengamati dan meniru perilaku positif guru dan kepala sekolah sebagai contoh langsung di dalam membiasakan keteraturan dan pengulangan (konsistensi).

Anies, mengungkapkan alur penerapan penumbuhan budi pekerti akan diterapkan ke dalam enam tahapan, yaitu tahap diajarkan, dibiasakan, dilatih konsisten, menjadi kebiasaan, menjadi karakter, dan menjadi budaya.

"Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan penumbuhan budi pekerti terbagi tujuh lingkup, yaitu menumbuhkembangkan nilai moral dan spiritual, menumbuhkembangkan nilai kebangsaan dan kebhinekaan, mengembangkan interaksi positif antara peserta didik dengan guru dan orang tua, mengembangkan interaksi positif antar peserta didik, merawat diri dan lingkungan sekolah, mengembangkan potensi diri peserta didik secara utuh, pelibatan orang tua dan masyarakat di sekolah," kata Anies.

(dade)

Statistik Pengunjung

5872590
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
961
15912
5872590
IP Anda: 54.83.81.52

Facebook