JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 26 Mei 2018

JAKARTA, kabarsebelas.com - Dalam rangka memperingati 70 Tahun Hari Jadi Negara, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Seminar dan Lokakarya Kebahasaan Adat dengan mengangkat tema "70 Tahun Negara Berbahasa Indonesia: Merajut Kebhinekaan Bangsa Menuju Bahasa MEA".

Kepala Badan Bahasa, Prof. Dr. Mahsun, M.S, mengungkapkan kegiatan ini bertujuan membangun sikap positif masyarakat Indonesia, terutama masyarakat adat, guna memajukan bahasa negara di dunia internasional. "Namun, hadir dalam acara Semiloka, perwakilan lembaga adat dari berbagai daerah di Indonesia, peneliti/akademisi dari lingkungan Badan Bahasa dan perguruan tinggi, guru, dan anggota masyarakat umum serta undangan khusus Diaspora Indonesia dari berbagai negara," katanya, Selasa (18/8), kegiatan ini berlangsung pada tanggal 17-21 Agustus 2015, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Dalam kerangka MEA khususnya, bahasa Indonesia ditargetkan menjadi bahasa perajut kebinekaan bangsa di tingkat Asean. Menurutnya, target ini tidak berlebihan karena bahsa Indonesia sudah terbukti mampu merajut kebinekaan yang sangat kompleks dalam berbagai aspek di Indonesia.
Mahsun, menjelaskan untuk merealisasikan target bahasa Indonesia sebagai bahasa MEA, Badan Bahasa melakukan berbagai upaya di antaranya memperkuat bahasa Indonesia di masyarakat Indonesia sendiri melalui kegiatan literasi, standardisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia, penyusunan berbagai kamus, kajian kebahasaan, pengembangan pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing di Indonesia dan berbagai negara.

Sementara itu, pada 2015 bangsa Indonesia mulai diintegrasikan dengan bangsa-bangsa lain melalui Masyarakat EkonomiAsean (MEA). "Pada era integrasi Asean ini, negara Indonesia memerlukan kebijakan straegis dan diplomasi kebahasaan untuk meajukan bahsa Indonesia agara menjadi bahasa sesama warga MEA," ujarnya.

Dia, mengungkapkan untuk itu, diplomasi perlu dijalankan, antara lain, oleh warga Indonesia yang telah tersebar di luar negeri. Namun, penyebaran bahasa negara ini merupakan pemanfaatan potensi bahasa sebagai wujud keikutsertaan Indonesia memajukan dunia, khususnya kawasan Asean, sebagaimana citai-cita Proklamasi.

"Selain kegiatan seminar dan lokakarya, dalam peringatan hari bersejarah ini juga dilaksanakan secara pemberian Anugerah Tokoh Kebahasan kepada tokoh inspiratif dalam penyebaran bahasa negara Indonesia di luar negeri dan peluncuran Gerakan Literasi Sekolah dalam rangka pengembangan strategi dan diplomasi untuk menumbuhkan budi pekerti anak sekolah," ungkap Mahsun.

Sejumlah lembaga adat yang berpartisipasi dalam semiloka itu di antaranya: Lembaga Adat Masyarakat Sumenep, Dewan Adat Dayak, Lembaga Adat Desa Pekraman Bali, Lembaga Adat Bugis Sulsel, dan Majelis Adat Kulawi Sulteng.

"Oleh karena itu, pada akhir kegiatan ini diharapkan dapat dihimpun bahan awal pengembangan laboratorium kebinekaan bahasa di Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Bahasa Kemendikbud.

(dade)

Statistik Pengunjung

6764374
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
3731
57386
6764374
IP Anda: 54.224.108.85

Facebook