JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 18 Agustus 2018

JAKARTA,kabarsebelas.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi secara resmi memberangkatkan Angkatan V program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Tertuar, dan Tertinggal (SM-3T). Namun, 3.140 sarjana pendidikan siap diberangkatkan ke Papua, Aceh, NTT, dan pelosok negeri lainnya.

Rektor UNJ, Djali, mengatakan Indonesia Optimis menjadi visi gelaran ini. "Bersamaan dengan semangat perayaan Indonesia ke-70, kontribusi untuk bangsa ini juga dihadirkan lewat semangat anak-anak muda ini yang akan mencerdaskan Indonesia di pelosok nusantara.

"Hingga kini Indonesia masih punya pekerjaan rumah mengenai pendidikan di wilayah pedalam," katanya, Selasa (18/8), di Auditorium Gedung Dikti, Jakarta.
Menurutnya, tidak ada guru, tidak ada akses mudah menuju sekolah, dan setumpuk ketidakadilan hak pendidikan lain adalah masalah tidak berkesudahan. Lanjut, Djali, Kemenristekdikti berkomitmen untuk meniadakan batas kesenjangan itu, lewat program sarjana mendidik di daerah terdepan, tertular, dan tertinggal (SM-3T).

Dia, menjelaskan sejak tahun 2011, sebanyak 10.452 sarjana pendidikan telah berangkat untuk mengabdi.

"Setahun mengabdi, menempa karakter diri, sekaligus turut merekatkan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Mereka selalu kembali ditempa lewat beasiswa program Pendidikan Profesi Guru, sebelum siap pakai juga guru bermutu. Namun, jalan panjang mempersiapkan kelahiran guru profesional menjadi bermakna dan kian berdampak lewat kerja sama sinergis dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga para lulusan program ini bisa berkarier menjadi pendidik.

Djali, mengungkapkan tugas mutu calon pendidikan tetap ada Kemenristekdikti, yang menaungi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan/LPTK.

"Hal itu secara tegas telah diatur dalam UU No. 20 tahun 200 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menyatakan bahwa seorang calon pendidik harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh PLTK," ungkap Djali.


Oleh karena itu, selanjutnya, secara teknis pembinaan dan penempatan karier diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

(dade)

Statistik Pengunjung

7397676
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
2745
55446
7397676
IP Anda: 54.198.27.243

Facebook