JS Financial News - шаблон joomla Новости
Jumat, 27 April 2018

BEKASI-kabarsebelas.com Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi memastikan ujian nasional tingkat sekolah menengah atas sederajat siap diselenggarakan. Sejumlah keperluan sarana maupun prasarana diklaim telah selesai dipersiapkan. Sebanyak 20.000 siswa di Kabupaten Bekasi bakal melaksanakan UN 2016 serentak, 4 April.

Kepala Bidang SMA Sederajat Disdik Kabupaten Bekasi Asep Saepulloh mengatakan, seluruh persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Mulai dari pendataan, kartu peserta hingga daftar pengawas silang rampung dipersiapkan.

"Mulai dari programnya, pendataan, data siswanya sudah, kartu peserta sudah selesai, pengawas silang juga sudah selesai. Pada waktunya, UN tanggal 4 April nanti, baik UN berbasis komputer atau paper siap digulirkan," kata Asep saat ditemui pada upacara pembukaan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional tingkat Kabupaten Bekasi di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (23/3/2016).

Menurut Asep, pada dasarnya persiapan sarana sudah dilakukan. Namun hal utama yang mesti dimantapkan yakni kesiapan siswa. Meski UN tidak lagi menjadi parameter kelulusan siswa, namun Disdik menargetkan ada peningkatan nilai yang didapat siswa.

"Walaupun pada posisi tahun kedua, UN tidak lagi jadi paramter lulus di satuan pendidikan namun kami tetap dorong prestasi. Ketika di perguruan tinggi bobot hasil UN kan dipertimbangkan. Ketika masuk dunia kerja, untuk SMK, itu juga ada prasyarat yang dimintakan perusahaan tertentu. Misalnya nilai mata pelajaran harus 6,0 atau 6,5 atau 7,0. Target pertambahan nilai harus ada peningkatan," ujarnya.

Pada UN tahun ini, kata Asep, ada lima sekolah yang memulai menggelar ujian nasional berbasis komputer. Kelima sekolah itu yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cikarang Barat, SMKN 2 Cikarang Barat, SMK Bale Sandi, SMK Al-Munir serta SMA Pelita Harapan.

"Tahun ini ada penambahan, sebelumnya tahun lalu cuma satu sekolah yang menggelar UNBK. Setelah melalui verifikasi, empat sekolah baru dinyatakan siap menggelar UNBK," ucapnya.

Menurut Asep, pemantauan ke seluruh sekolah terus dilakukan menjelang UN, termasuk lima sekolah tersebut. Dari hasil supervisi, seluruhnya siap menggelar UN. Hanya saja untuk jumlah komputer, sekolah baru bisa memadai syarat minimal yaitu 1/3 dari total peserta. Satu komputer digunakan oleh tiga peserta, bergantian.

"Kalau UNBK prinsipnya hardware disiapkan dulu. Sesuai proporsi minimal 1/3 dari jumlah siswa yang ikuit UN. Sehingga maksimal dalam satu hari untuk tiga sif. Itu sudah siap. Dari hasil verifikasi dari fasilitas pendukung dan daya dukung sudah siap. Kami juga sudah siapkan tim teknisnya dan operatornya. Tinggal nanti pengawas silang ditemani operarator pada UN nanti," tutupnya. (cr01)

 

Statistik Pengunjung

6530675
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5248
42897
6530675
IP Anda: 107.22.48.243

Facebook