JS Financial News - шаблон joomla Новости
Jumat, 20 Juli 2018

BEKASI, kabarsebelas.com - Membaca sejarah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Aswaja) tidak lepas dari realitas sosial-politik zaman Nabi dan sesudahnya. Aswaja dalam PMII tidak hanya dipahami sebatas ideologi, juga sebagai kerangka gerak (manhajul fikr) dan kerangka gerakan(manhajul haroqah).

Menurut Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi, Adiyanto S. Wijaya, dalam konsep dan doktrin Aswaja, kepemimpinan politik harus berorientasi pada tujuan syariat(maqasid syari'ah) yaitu kemaslahatan umat.

"Sebentar lagi kan mau Pilkada, kita sebagai generasi muda, harus cerdas dan selektif dalam memilih pemimpin. Kita harus bergerak, memberikan pemahaman masyarakat agar memilih pemimpin yang dapat memberi kemaslahatan, bukan mafsadat,"Katanya dalam Diskusi Kepemimpinan Politik Aswaja pada Kegiatan Pesantren Ramadhan & Ngaji Aswaja PC PMII Kabupaten Bekasi, (26-29/6).

Adi menambahkan, pemimpin yang baik adalah dapat mewujudkan keadilan (ta'adul). Keadilan di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sebagainya. Itulah prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama' ah.

"Dalam konteks Kabupaten Bekasi, kita harus berani menegakan amar ma'ruf nahi munkar. Praktek-praktek korupsi harus kita bongkar, karena korupsi biang keladi ketidakadilan dan kemiskinan, "tegasnya.

Lanjut Adi, Pemimpin Korup harus dihukum, masyarakat jangan diam saja, apalagi dibodohi oleh pemimpin dzalim.

"Mereka hanya memperkaya diri dengan mengeruk kekayaan alam Kabupaten Bekasi, tanpa memperhatikan rakyat di sekelilingnya," tutup mahasiswa STAI Haji Agus Salim Cikarang tersebut. (Naseh Kamal)

 

Statistik Pengunjung

7194377
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
6749
45906
7194377
IP Anda: 54.81.254.212

Facebook