JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 23 Januari 2018

KABARSEBELAS.COM - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, menyampikan Orasi Ilmiahnya pada Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-53, di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Rabu (5/10).

Pakar Hukum dari Universitas Indonesia (UI) itu dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “The Constitution of Liberty, Konstitusi Pembebasan untuk Kreativitas dan Inovasi bagi Kemajuan Bangsa” mengajak kalangan kampus dan semua komponen bangsa bersatu mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara.

“Warga IPB harus  bangga, menjadi salah satu Perguruan Tinggi terbaik di dunia  bidang pertanian yang memiliki inovasi terbanyak. Namun yang lebih penting, bagaimana hasil riset itu harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Prof. Jimly menyampaikan, bahwa semakin terbuka dan bebas iklim yang terbentuk dalam kehidupan masyarakat, hasrat dan kemampuan untuk berinovasi juga semakin berkembang. Bahkan dapat dikatakan, inovasi itu sendiri membutuhkan kebebasan. “Jika kebebasan tidak tumbuh dan terbuka dalam kehidupan bersama, banyak kendala yang akan menghambat berkembangnya kreativitas dan inovasi,” terangnya.

Dalam masyarakat Indonesia yang warganya dikenal sangat agamis, sangat dipengaruhi oleh ajaran agama dan corak pemahaman keagamaannya masing-masing tentang kehidupan. “Jika pemahaman keagamaan yang dianut seseorang tidak menimbulkan dorongan etos kerja yang produktif untuk kepentingan masyarakat luas, atau malah menyebabkan seseorang bersikap eksklusif dan menutup diri dari kehidupan nyata, maka sudah dapat diperkirakan bahwa budaya inovasi tidak akan berkembang atau setidaknya akan lamban perkembangannya,” paparnya.

Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa Presiden Republik Indonesia, Bung Karno 53 tahun lalu telah memandang pentingnya pertanian. “53 tahun yang lalu, sebagai seorang pemimpin bangsa yang visioner, Bung Karno bertekat mendirikan kampus IPB ini agar bangsa Indonesia menjadi bangsa mandiri akan pangan,”  ujar Prof. Herry.

Untuk itu ketika tantangan dunia pertanian semakin berat, IPB harus mampu menjawab semua itu dengan terus berkarya dan berinovasi, meningkatkan mutu dan program pendidikanya demi bangsa dan masyarakat luas.

“Kita sadari betul bahwa tantangan dunia pertanian, khususnya ketahanan pangan ini kedepan akan semakin berat. Laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, konversi lahan pertanian semakin tinggi dan perubahan iklim jelas merupakan masalah yang harus kita hadapi bersama. Dan kami di IPB tentu akan terus berkarya dan inovasi dalam upaya menjawab tantangan itu,” tegas rektor. (arb/ron)

Statistik Pengunjung

5872628
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
999
15950
5872628
IP Anda: 54.83.81.52

Facebook