JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 22 Mei 2018

KARAWANG-KABARSEBELAS.COM, Sebetulnya ini lawatan dinas pendidikan Karawang yang sudah diprogramkan beberapa tahun lalu yang sempat tertunda. Pihak konsulat perwakilan dari Jepang sudah berulang kali melakukan lawatan ke Karawang, mereka bilang sistem pendidikan di Karawang bagus, kalau tidak salah pihak Jepang sudah Tiga kali. Sewaktu bupati bapak Ade Swara dan ibu Cellica Nurrachadiana saat menjadi wakil bupati. Kata H.Okih Hermawan kadisbudpar Karawang. Saat ditemui reporter Kabarsebelas.com.

 

Dan kebetulan, lanjut H.Okih, disbudpar memprogramkan lawatan keluar negri yang rencananya ke Hongkong dalam rangka promosi budaya dan pariwisata di Karawang. Seperti gayung bersambut, akhirnya disdik dan disbudpar bersama sama dalam pembiayaan, dikarenakan keterbatasan anggaran lantas patungan yang sebelumnya diajukan dalam anggaran perubahan. Disbudpar mempromosikan kesenian dan budaya angklung khas Jawa Barat diwakili dari group angklung SMPN 1 Karawang. Kita patungan karena dalam pengajuan anggaran lawatan ke Hongkong tentu tidak cukup.

 

H.Okih menjelaskan, kita dalam anggaran lawatan ini untuk disbudpar karena rencana ke Hongkong dari disbudpar persiapannya dari bidang promosi pariwisata Rp.200.000.000,- bidang kebudayaan Rp.400.000.000,-. jadi terkumpul sebesar Rp.600.000.000,- Lantas dari dinas pendidikan ada dana Rp.300.000.000,- Terkait adanya pungutan sebesar Rp.11.000.000,- dari para siswa group angklung SMPN 1 yang ikut berangkat ke Jepang kita tidak tahu menahu itu, terang H.Okih. 

 

H.Okih menambahkan bahwa dalam lawatan ke Jepang dalam rangka undangan dari negara Jepang, bupati, ketua dan perwakilan anggota DPRD Karawang mendapat sambutan yang istimewa. Begitu juga dengan paparan yang disampaikan bupati mendapat sambutan yang sangat positif. Dalam lawatan disana kita berpencar, ada yang jaga stand, unjuk kebolehan angklung dari SMPN 1 kesekolah-sekolah di Jepang dan bupati serta rombongan melakukan pemaparan kepada pejabat tinggi di Jepang."Pungkasnya".

 

Sementara kabid promosi pariwisata H.Heri Priyono menyatakan, kalau dari bidang kita jelas yaitu Rp.200.000.000,-  yang rencana kita mau promosi ke Hongkong. Dalam rangka kita melakukan promosi ke Jepang itu sebetulnya disbudpar nebeng disdik, karena yang diundang adalah disdik, dan seni angklung masuk dalam kebudayaan. Dari Rp.200 juta tersebut untuk bidang promosi ada 6 peserta, untuk belanja fandel, souvenir dan makanan khas Karawang yang dibagikan kepada pengunjung yang datang ke stand kita di Jepang, kata H.Heri. 

 

Semua peserta lawatan ke Jepang kususnya group angklung dari SMPN 1, sudah kita tanggung untuk perjalanan, akomodasi dan penginapannya, kata H.Firman kabid kesenian dan kebudayaan disbudpar. Selain siswa sebagai pelajar yang bernaung di disdik mereka juga mempromosikan kebudayaan kita Jawa Barat kepada siswa, warga masyarakat dan para pejabat di Jepang. Dalam pertunjukan mereka group angklung SMPN 1 di Jepang, mendapat applous dan sambutan yang meriah jelas H.Firman. (Ryo)

Statistik Pengunjung

6729160
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
8019
22172
6729160
IP Anda: 54.158.194.80

Facebook