JS Financial News - шаблон joomla Новости
Jumat, 23 Februari 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM - Minimnya sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Perumahan Graha Melasti, Kecamatan Tambun Selatan, membuat para Ibu-Ibu di RW 14, Perumahan Graha Melasti berswadaya menjalankan roda kegitan mengajar di Satuan PAUD Sejenis (SPS) Eddelweis setiap harinya.

 

Hal itu mereka lakukan selama bertahun-tahun karena para orang tua yang memiliki Balita mempercayai sistem belajar mengajar di Satuan PAUD Sejenis (SPS) Eddelweis. Salmi, selaku Kepala SPS Eddelweis itu mengaku bahwa tenaga pendidik di SPS tersebut berasal dari tenaga swadaya masyarakat sekitar.

 

”Status SPS Eddelweis yang merupakan lembaga PAUD (hasil) swadaya masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang bersumber dari sumberdaya masyarakat sekitar. Mulai dari gedung, kependidikan, tenaga pendidik dan sarana prasarana memanfaatkan lingkungan sekitar. Sehingga proses belajar mengajar nya sederhana, namun mengedepankan kualitas pendidikan nya,” jelas Salmi, Minggu (4/2/2018).

 

Dirinya juga menjelaskan kesuksesan menjalankan roda pendidikan bagi Balita ini hingga bisa berjalan lebih dari delapan tahun lamanya.

 

“Kerjasama masyarakat sekitar, peran serta orang tua murid, dan pelaksanaan 8 standar pendidikan di lembaga SPS Eddelweis menjadi kunci keberhasilan dalam menyelenggarakan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” tambah Salmi.

 

Untuk peminat pada SPS Eddelweis itu, kata Salmi, setiap tahun nya peserta yang mendaftar di PAUD tersebut semakin bertambah. Pada tahun pelajaran saat ini, peserta didik berjumlah 72 murid.

 

“Untuk SPS Eddelweis tahun ini bersyukur karena masih mendapat kepercayaan dari warga sekitar dengan meningkatnya jumlah peserta didik. Tahun Ini ada 72 peserta didik yang terdiri dari tiga kelompok usia, yaitu tiga hingga empat tahun,  empat sampai lima tahun dan lima hingga enam tahun,” tutur Ibu dari tiga orang anak tersebut. 

 

Meski SPS Eddelweis belum memiliki gedung sendiri, ungkap Salmi, namun tidak mengurangi rasa semangat para pendidik di SPS Eddelweis tersebut untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

 

“Semangat para Pendidik yang tak kenal lelah dan tanpa pamrih serta sistem kekeluargaan yang diterapkan di SPS Eddelweis, membuat masyarakat sekitar merasakan dampak positif nya,” ucapnya. 

 

Sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar, pihak sekolah juga bekerja sama serta berkontribusi dalam pembangunan fisik dilingkungan. Seperti membuat program penghijauan, penataan lingkungan dan memanfaatkan lahan fasilitas umum yang dibuat menjadi kebun untuk tempat belajar para murid.

 

Sekolah tersebut juga memiliki program sekolah gratis bagi anak yatim di lingkungan sekitar. Serta memberikan subsidi silang bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. 

Adapun untuk tahun yang akan datang,  SPS Eddelweis ingin memiliki sebuah yayasan yang bisa menaungi lembaga pendidikan, kegiatan sosial serta kegiatan kegiatan lainnya di wilayah RW 14.

 

“Kedepan juga secara perlahan ingin membangun gedung sekolah dengan memanfaatkan dana swadaya masyarakat serta dana sekolah yang dikelola secara baik,” tukasnya.

 

Sementara itu, Siti Kustiyah selaku warga sekitar turut bangga atas hadirnya PAUD dilingkungannya. Karena para warga yang memiliki anak yang usianya masih dibawah lima tahun, tidak susah-susah untuk mencari sarana pendidikan untuk sang anak.

 

"Alhamdulillah juga dengan adanya PAUD ini udah lebi dari delapan tahun. Dari anak saya disitu dulu sampai sekarang anak saya sudah sekolah SMP kelas VIII," tegas Siti. (pra)

 

 

Siapakah Cagub dan Cawagub Jawa Barat 2018-2023 yang paling layak memimpin?
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
Total Voting:
Voting Pertama:
Voting Terakhir:

Statistik Pengunjung

6065787
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5085
34898
6065787
IP Anda: 54.92.197.82

Facebook