JS Financial News - шаблон joomla Новости
Jumat, 23 Februari 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM - Ratusan murid SMP Negeri 1 Cibitung mengeluhkan ketidak adanya kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul) disekolah tersebut. Tidak adanya ekskul disekolah itu lantaran jam kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak ada yang kosong pada hari Sabtu nya.

 

Arif Rahman, siswa kelas X menjelaskan, bahwa dari hari Senin hingga Sabtu, sekolah nya itu melaksanakan KBM secara penuh, tanpa adanya hari kosong untuk melakukan kegian ekskul.

 

"Ngga ada (ekskul). Kan dari hari Senin sampai Sabtu kita sekolah. Soalnya ke bagi dua, ada yang masuk pagi, ada yang siang. Jadi makanya full sampe hari Sabtu. Bisa aja ekskul, tapi kan yang masuk pagi keluar jam 12 juga udah panas, ngga mungkin ikut ekskul," keluh Rahmad, saat ditemui kabarsebelas.com, Sabtu (3/2/2018) lalu.

 

Adanya KBM pada hari Sabtu dikarenakan hari Senin hingga Jumat, KBM para murid belum memenuhi standar kurikulum 2013 (Kurtilas), yang mewajibkan para pelajar wajib mengikuti KBM selama 42 jam dalam satu minggu.

 

Kepala SMP Negeri 1 Cibitung, Sani Palestina Simamora menerangkan tidak adanya jam kosong dihari Sabtu karena para siswa harus tetap melaksanakam KBM. 

 

"Karena di hari Senin sampai Jumat, para murid hanya bisa belajar selama 5 jam dalam sehari (pagi dan siang) karena kelas pagi harus bergantian dengan kelas siang. Pagi pulang jam 12 san siang masuk jam setengah satu," terang Sani.

 

Lalu, jika KBM dilaksanakan dalam lima hari dalam seminggu, kata Sani, maka para murid hanya mendapatkan waktu 35 jam untuk belajar dalam satu minggu, dan itu belum memenuhi standar Kurtilas yang mewajibkan 42 jam dalam satu minggu.

 

"Kan disini kita masih serba kekurangan, karena sehari itu terbagi dua gelombang, masuk pagi dan siang. Jadi kalau Sabtu kita pakai untuk ekskul full, ya berarti cuma 35 jam doang kita belajar, yang di garuskan itu 42 jam dalam satu minggu," ujar Sani.

 

Sani mengungkapkan lebih dalam terkait sistem pembelajaran lima jam dalam satu hari karena ruang kelas di SMP tersebut kurang. Sebanyak 27 kelas di sekolah tersebut harus menampung sebanyak 1.250 murid. Dan hal itu lah yang membuat SMP Negeri itu menerapkan sistem sekokah lima jam dalam sehari.

 

"Intinya, kita kurang ruang belajar. Makanya murid harus belahar berhantian dalam sehari. Jadi dampaknya, para murid harus sekolah di hari Sabtu nya, karena kurang jam standarnya (42 jam)," tandasnya. (pra)

Siapakah Cagub dan Cawagub Jawa Barat 2018-2023 yang paling layak memimpin?
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
  • Voting: (0%)
Total Voting:
Voting Pertama:
Voting Terakhir:

Statistik Pengunjung

6065790
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5088
34901
6065790
IP Anda: 54.92.197.82

Facebook