JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 20 Januari 2018

BEKASI, KABARSEBELAS.COM-- Warga Kecamatan Babelan keluhkan adanya sistem PPDB online yang diterapkan oleh pemerintah. Pasalnya sudah dianggap menyiksa masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya untuk masuk sekolah negeri yang notabene merupakan harapan utama, dikarenakan sekolah negeri itu disubsidi pemerintah. 

Dengan adanya sistem tersebut dianggap menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan peluang menyekolahkan anaknya masuk di Sekolah Negeri. Abd. Syukur, selaku Ketua Karang Taruna Babelan menyampaikan kepada reporter Kabarsebelas.com. Tentang adanya keluhan warga babelan

 

BEKASI, KABARSEBELAS.COM -- Setelah nama ke-10 peserta PPDB Online pada SMAN 3 Tambun Selatan hilang, akhirnya muncul kembali. Salmi, orang tua murid dari Rahma Nurshiyaam, warga asal Perumahan Graha Melasti, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan semlat kecewa karena nama anak nya hilang pada daftar lolos PPDB Senin (20/7) kemarin, padahal nilai anak Salmi diatas rata-rata.

"Alhamdulillah, nama anak saya dan yang lain (Sembilan peserra lainnya, red) sudah ada kembali. Kemarin ka hilang,

BEKASI, KABARSEBELAS.COM-- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2017 mengalami banyak keluhan dari masyarakat, khususnya dari orang tua murid. Terlebih, setelah pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan Permendikbud No 17 Tahun 2017 yang mengatur tentang Perpindahan Siswa, Rombongan Belajar, Larangan dan Sanksi PPDB 2017.

Ketua Panitia PPDB Kabupaten Bekasi, Asep Saefullah mengatakan kunci dari permasalahan yang saat ini dihadapi adalah daya tampung atau kuota yang

BEKASI, KABARSEBELAS.COM -- Puluhan orang tua murid calon SMAN 3 Tambun Selatan kesal dengan pihak sekolah karena diduga ada kecurangan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online. Pasalnya, puluhan murid yang hari sebelumnya namanya sudah lolos dan terdaftar lulus seleksi, pagi tadi (10/7) namanya hilang. 

"Nama anak saya ada kemarin, sekarang (Pagi) sudah ngga ada. Dan banyak nama anak-anak baru yang masuk," kata Salmi, salah satu orang tua murid, kepada kabarsebelas.com,

KOTA BEKASI,KABARSEBELAS.COM -- Organisasi Kemahasiswaan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bekasi, menyesalkan kinerja pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang tidak serius dalam mengurus permasalahan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun ini.

Melalui Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD), HMI menyatakan bahwa Pemkot Bekasi telah gagal dalam mengelola dan menjalankan sistem penerimaan murid didik melalui sistem online.

“Mencermati proses pelaksanaan PPDB Online hari ini dengan munculnya beragam persoalan dan

Statistik Pengunjung

5850552
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
542
49224
5850552
IP Anda: 54.167.126.106

Facebook