JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 16 Januari 2018

 

KOTA BEKASI, KABARSEBELAS.COM--Jelang Pilkada Kota Bekasi 2018, suasana persaingan panas sudah mulai terasa. Berbagai isu  terus mewarnai keberadaan para kandidat calon walikota, saat-saat ini. Diantaranya isu yang menghampiri calon walikota Bekasi dari Partai Golkar, sang petahana Rahmat Effendi.

 

Pria yang akrab disapa Pepen itu seakan tak pernah sepi dari pemberitaan, tak terkecuali isu-isu miring seputar dirinya. Setelah isu Kartu Sehat Bekasi (KSB) berbasis NIK yang dianggap publik sebagai pencitraan, kini Pepen kembali diterpa isu dugaan Ijazah palsu yang dulu sempat heboh di pemberitaan, sebelum akhirnya dihentikan penyidikannya oleh pihak kepolisian (SP3).

 

Ketua Bidang Litbang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Indonesia Berdaya (RIB), Uyun Saeful Yunus mengatakan kepada awak media Kabarsebelas.com, senin (20/11) tentang kebenaran kasus dugaan Ijazah palsu yang melibatkan petahana, itu telah ditutup-tutupi oleh oknum aparat kepolisian, dengan mengeluarkan SP3 atas kasus tersebut.

 

“Jika itu langkah SP3 dikeluarkan tidak berdasarkan hukum dan tidak relevan juga bukan fakta fakta kebenaran yang ada sebenarnya,” katanya.

 

Menurutnya, dengan dikeluarkannya SP3 tersebut, penegakan hukum sudah mengalami tebang pilih dan tidak lagi bersandar pada keadilan. Supremasi hukum dinilai telah lemah dan lebih berpihak pada penguasa. Uyun pun mendesak pihak kepolisian untuk membuka kembali kasus ini, demi tegaknya kembali hukum dan keadilan, khususnya di Kota Bekasi.

 

“Kita kaji ulang labskrim kebenarannya dan saya sudah sangat siap dan yakin. Saya bicara ini dalam keadaan sadar sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.

 

Tak tanggung-tanggung, Uyun pun siap mempertaruhkan kedua tangannya, apabila keyakinannya atas kasus dugaan Ijazah palsu Pepen tersebut ternyata salah. Karena itu ia meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas dalam menindaklanjuti setiap perkara yang melibatkan para penguasa, tanpa khawatir adanya intimidasi dari pihak mana pun.

 

“Mabes polri harus terbuka dan jujur. LBHI Kontras dan ICW serta BPSK yang mengawal sebagai pendamping saya nanti,” pungkasnya.

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Pepen enggan memberikan komentar dan lebih memilih bungkam, saat hendak dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp terkait pemberitaan dirinya. (Red)

Statistik Pengunjung

5819986
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
6434
18658
5819986
IP Anda: 54.242.250.208

Facebook