JS Financial News - шаблон joomla Новости
Sabtu, 23 Juni 2018

BEKASI, Kabarsebelas.com - Anggaran penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi 2017 sebesar Rp 33,7 miliar. Dana tersebut berasal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi 2016. Namun, jumlah tersebut dinilai masih kurang sekitar Rp 14,3 miliar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bekasi Idham Kholik mengatakan, ajuan yang dilakukan KPU awalnya Rp 48 miliar yang bersumber dari dana hibah. Dana tersebut diajukan pada pembahasan APBD murni 2016.

"Ini yang menjadi masalah ..? Berdasarkan rapat paripurna di DPRD itu ditetapkan Rp 33,7, kami mengusulkan Rp 48 miliar," kata Idham saat ditemui di sela-sela penandatanganan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Cikarang di Kabupaten Bekasi, Rabu (24/2/2016).

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, dana yang diajukan KPU pada pilkada tahun ini cenderung membengkak. Pasalnya, KPU harus menganggarkan untuk membuat alat peraga kampanye bagi seluruh pasangan calon.

Selain alat peraga, anggaran tersebut pun digunakan antara lain untuk belanja pegawai hingga tingkat petugas di tempat pemungutan suara, program sosialisasi hingga pengadaan logistik. Pengurangan anggaran ini dinilai bakal berdampak karena pembiayaan di sejumlah sektor terpaksa dipotong untuk disesuaikan.

Idham mengatakan telah menggelar rapat dengan Sekretaris Daerah untuk membahas hal ini. Berdasarkan pertemuan tersebut, KPU kembali mengajukan dana yang kurang pada APBD perubahan.

"Yang kami ajukan untuk pengadaan alat kampanye pada perubahan nanti," kata dia.

Diungkapkan Idham, selain anggaran perubahan, KPU dianjurkan kembali mengajukan pada APBD 2017. Namun anggaran 2017 dinilai terlalu berdekatan dengan Pilkada yang akan dilaksanakan 15 Februari 2017.

"Mengenai anggaran 2017, oleh Pemda masih dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri. Karena yang kami pastikan pada pihak pemda, mohon dipastikan KPU sudah dapat menggunakan anggaran dana hibah untuk anggaran 2017 di awal Januari," kata dia.

Mulai pertengahan tahun ini, anggaran tersebut harus bisa digunakan untuk belanja pegawai. Selanjutnya anggaran digunakan untuk pengadaan logistik, mulai dari bilik suara, berbagai formulir hingga surat suara.

"Memasuki Februari kami harus bayar Kelompok Panitia Pemungutan Suara karena sudah memasuki tahap penyelenggaraan pada level paling bawah. Kami juga harus membayar distribusi logistik," tandasnya. (Cr01)

Statistik Pengunjung

6982149
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
6281
52101
6982149
IP Anda: 54.162.224.176

Facebook