JS Financial News - шаблон joomla Новости
Selasa, 22 Mei 2018

JAKARTA, Kabarsebelas.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) bakal maju pada Pilkada DKI lewat jalur independen. Ia tidak menggunakan partai politik. Meski telah mengambil jalur independen, suara Ahok diperkirakan masih sedikit unggul dibanding bakal calon lainnya seperti Djarot Saeful Hidayat, Yusril Ihza Mahendra, Sandiago Uno, Adiyaksa Dault, Roy Suryo dan Ahmad Dhani.


Ketua Umum Ormas Laskar Kibar Indonesia (OKI), Nurcahyo Riswanto mengatakan proses pencalonannya saja sudah merupakan pekerjaan berat.

"Kalau nanti terpilih, efektifkah pemerintahannya tanpa dukungan partai politik yang direpresentasikan lewat Fraksi di DPRD?," katanya, Kamis (17/3), saat Diskusi Publik Tentang Kursi Panas DKI 1, di Warung Komando Tebet, Jakarata.


Sementara itu, saat Pilgub 2012 terjadi fenomena baru di DKI Jakarta. Munculnya partisipasi masyrakat untuk menentukan Gubernur pilihan rakyat berjalan beriringan dengan Partai politik pengusung.  Namun, para relawan membentuk Sekertariat bersama Jokowi-Ahok sebagai tim pemenang pasangan tersebut.


Nurcahyo, mengatakan pasca pilkada DKI para relawan menyatukan diri dalam Yayasan Kibar Indonesia, aktif melaksanakan kegiatan Kirab Budaya, Jakarta Night Festival, dan Lomba baris berbaris Pelajar se DKI Jakarta.

"Pada Pilpres 2014, melalui berbagai aktivitas, para relawan dimaksud turut serta mengantarkan Jokowi-Jusuf Kalla menjadi Presiden dan Wakil Presiden," ujarnya.


Oleh karena itu, Ormas Kibar Indonesia dengan visi kekaryaan dan kerakyatan hadir untuk mengawal dan membantu pemerintahan Jokowi-JK dalam mengimplementasikan program nawacita.


Sementara itu, Peneliti Lipi Siti Zuhro, menjelaskan kekhawatiran kesulitan Ahok dalam memimpin pemerintahannya jika tidak ada naungan oleh partai politik, juga dikhawatirkan. Ia berpendapat bahwa, sikap Ahok yang telah memilih keluar dari partai yang mengusungnya yakni Gerindra, jelas membuat posisi dia akan sulit.


"Untuk seorang pemimpin, keberadaan partai politik dinilai perlu untuk mensinergikan sehingga terjalin polarisasi yang berkualitas dalam menjalankan roda pemerintahan. Namun, adanya kontrak politik antara calon dan parpol itu jangan dianggap akan ada kong kalikong," ujar Siti.

 

Sementara itu, dengan adanya parpol maka pemerintahan Ahok pastinya akan menjadi berkualitas. Hal lainnya yang juga dikhawatirkan Zuhro terhadap Ahok adalah sikap emosionalnya, sikap emosional Ahok hanya akan membangun konflik.
Zuhro, mengungkapkan masyarakat Jakarta itukan heterogen. "Masyarakat Jakarta itukan heterogen. Ada yang mendukung dan pasti banyak juga yang benci," ungkap Zuhro. (dade)

Statistik Pengunjung

6726288
Hari ini
Minggu ini
Semuanya
5147
19300
6726288
IP Anda: 54.224.91.58

Facebook